Grobogan-Inspirasiline.com. Tak.mau menganggur meski sudah purna tugas, itulah kira kira prinsip seorang yang bernama Eko Ary Kristanto, SIP.
Betapa tidak, usai purna tugas sebagai Kepala Pasar Purwodadi Grobogan tahun 2024, ia meneruskan usahanya di bidang Shoes Cleaner (tukang cuci sepatu) di bilangan pusat jajan serba ada ( pujasera) kota Purwodadi Grobogan, Jawa Tengah.
Kepada media Inspirasiline.com, lelaki kelahiran Semarang 16 Januari 1966 ini menuturkan dirinya memulai kariernya sebagai abdi negara tahun 1983 dan diangkat sebagai PNS di lingkungan Dipenda (Dinas Pendapatan Daerah) Kab. Grobogan dengan jabatan mantri pajak.

Saat itu atasannya menyampaikan jika ada mantri pajak yang bisa memenuhi target pendapatan yang ditetapkan akan dijadikan Kepala Pasar, imbuhnya.
“Waktu itu ada 3 orang yang menenuhi target, salah satunya saya” kenangnya.
Tahun 1994 ,Eko Ary, sapaan akrabnya, menjabat Kepala Pasar pertama kali di Gubug, kemudian pasar Kunden Wirosari, berikutnya dipercaya sebagai Kepala pasar di Danyang dan terakhir dipercaya sebagai Kepala pasar Grobogan wilayah tengah yang meliputi pasar induk Purwodadi, pasar agroholtikultura jln Gajahmada Purwodadi, pasar Ngpejok, pasar Pagi Purwodadi, pasar Grobogsn dan pasar Suru Geyer.
Pernikahannya dengan Siwi Puji Utami (guru SD) membuahkan 2 anak, satu cewek yang sudah bekerja di Bank BTN Jakarta, dan satu cowok yang saat ini menjadi guru P3K di SMPN3 Purwodadi.
Persiapan purna sebetulnya tak merencanakan mau bekerja sebagai apa, namun di tahun 2021 tercetus ide untuk mendirikan sebuah layanan cuci sepatu dengan nama keren Klinik Sepatu yang diperuntukkan bagi anak cowoknya yang saat itu belum memiliki pekerjaan tetap.
Klinik sepatu yang dikelola putranya tu lambat laun mengalami perkembangan yang pasti dan banyak menghasilkan cuan.
Sesuai berjalannya waktu, putranya yang mengelola klinik sepatu itu diterima sebagai guru P3K pada SMPN3 Purwodadi, sehingga pennglolaan klinik diserahkan kepada ayahnya, Eko Ary Kristanto.
Sejak purna tugas Januari 2024, Eko Ary langsung mengurus klinik sepatu miliknya. Ternyata, tidak hanya segala jenis sepatu saja yang ada di klinik itu, helm pun juga dibersihkan disini. Hasilnyapun mermuaskan sekali, bersih , kinclong dan tampak baru kembali.
Ditanya soal harga layanan di klinik itu, Eko cuma bilang pasti terjangkau dan dijamin puas. Kini setiap harinya, Eko selalu setia menunggu kliniknya dari jam. 8 pagi hingga jam 4 sore.
” Daripada sudah purna tak ada kerjaan lain , lebih baik saya menunggu klinik sepatu, yang tak pernah sepi pasien, heheee…” Ujar Eko menutup perbincangannya, pada Selasa (14/4/2026). (jk)
