Tingkatkan Kualitas Jurnalistik, Wartawan Grobogan Belajar di LKBN Antara

NEWS

Bandung-Inspirasiline.com. Kesempatan yang sangat berharga bila wartawan bisa melihat dari dekat dapur jurnalistik di Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara.

Wartawan Grobogan baik online, cetak, televisi dan radio berkunjung ke kantor berita nasional tersebut di Bandung melalui kegiatan Media Gathering Diskominfo Grobogan pada Kamis (23/4/2026).

Menyertai rombongan wartawan tersebut, Kepala Diskominfo Grobogan Drs. Mudzakir Walad MT, Kabid PKIP Sri Hartiningsih SSos MM dan Pranata humas Ahli Muda Ariyati Natalia, SE bersama staf.

Kedatangan rombongan wartawan Grobogan di LKBN Antara Biro Jawa Barat di Jl Braga 25 Bandung diterima langsung oleh Kepala Biro Jabar Riza Fahreza didampingi Asisten Manajer komersil Isyana Putri Nastiti dan staf.

Kepada rombongan, Reza Kabiro Jabar menjelaskan di tahun 2025 Antara Biro Jabar pernah meraih penghargaan jurnalis prestasi kategori video dan bercerita.

LKBN Antara biro Jabar yang berdiri sejak Desember 1939 yakni 2 tahun setelah berdirinya LKBN Antara pusat di Jakarta tahun 1937 itu mengkover 23 Kabupaten/Kota di Jabar.

Wartawan Grobogan berfoto didepan Kantor Antara Bandung

Selaku public relation nya pemerintah, LKBN Antara melakukan Monitoring media termasuk analitis pembaca, dan menyatukan berita yang diberikan narasi tunggal kepada masyarakat.

Dijelaskan, kantor berita Antara selain di tiap propinsi di dalam negeri, juga ada biro luar negeri yakni di Kualalumpur, China dan Amerika dan rencana akan membuka lagi 10 biro.

Saat ini status LKBN Antara adalah sebagai Badan Pengelola BUMN. oleh karena itu, kata Riza, pihaknya selalu melakukan perubahan agar tidak statis.

“Dengan didukung 17 orang staf kami selalu melakukan perubahan” tandasnya.

Khusus LKBN Antara Jabar saat ini memiliki 10 produk utama yakni monitoring media, pemberitaan eksklusif, penayangan rilis, pameran foto, pembuatan buku foto, lomba foto, lomba karya jurnalistik, media sosial, pembuatan profil dan pelatihan jurnalistik.

Terkait berita yang sudah tayang dan kemudian dihapus (take down), Kabiro Antara Jabar itu menandaskan tidak setujunya. Sebuah berita yang sudah tayang dan kemudian menimbulkan pro dan kontra dan minta di take down, hal itu tak diperbolehkan. ” Makanya para pihak harus menggunakan hak jawabnya, jadi jangan di take down, tabu bagi seorang wartawan dan kantor medianya” tegas Reza wartawan senior yang berasal dari Padang dan menetap lama di Bandung ini.
Terkait independensi Wartawan terhadap sebuah berita, Reza cukup menjelaskan, agak sulit bila seorang wartawan harus independen, untuk itu ia menyebut harus melakukan perubahan dan tidak terpengaruh romantisme keadaan, tambahnya.
Diskusi semakin panjang tampak dari pertanyaan yang dilontarkan Wartawan media Inspirasi Jateng, jurnal media, ReMol, Disway Jateng dan Serasi Jateng.

Dalam jawabannya, Reza menandaskan berita berita yang muncul dari LKBN Antara haruslah yang bersifat mendidik, mencerahkan, memberdayakan dan menanamkan kecintaan kpd tanah air. “Untuk itu kita harus melakukan yang namanya Development Public Relation” tutupnya.

Kunjungan ini berakhir hingga pukul 16.00 dan dan ditandai dengan tukar menukar cindera mata dari Diskominfo Grobogan kepada LKBN Antara Biro Bandung dan demikian sebaliknya serta melakukan foto bersama.

Terpisah, Awang Wijaya (Metropos.id) berkomentar bahwa kunjungan ke Bandung ini sangat bermanfaat bagi wartawan dalam pengembangan wawasan jurnalistiknya. Hal hal yang dilakukan di LKBN Antara sebisa mungkin ditiru sehingga hal tersebut menambah kompetensi wartawan dalam penulisannya.

” Melalui penjelasan Kabiro Jabar tadi, kita sudah mendapatkan ilmu dan pengetahuan banyak loh, saya berharap teman teman Wartawan kedepan lebih meningkat kompetensinya” tandasnya, didampingi Bagas Mahendra dari Radio Pop FM Purwodadi. (jk)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *