Tegal-Inspirasiline.com. Sebuah aksi perundungan mengerikan yang menimpa seorang siswi SMP di Tegal, Jawa Tengah, kini menjadi sorotan publik setelah rekaman videonya viral di media sosial. Kejadian memilukan ini, yang melibatkan pemukulan, jambakan, dan tendangan beramai-ramai, bahkan terjadi di dua lokasi berbeda pada Minggu, 26 April 2026.
Menurut informasi yang dihimpun, insiden bermula di sebuah lapangan di Kecamatan Dukuhturi sekitar pukul 11.30 WIB. Korban berinisial APY (12 tahun) dianiaya oleh sejumlah siswa SMP yang sesama mereka juga masih anak-anak. Meski korban sudah menangis kesakitan, para pelaku terus melancarkan aksinya. Warga yang melihat kejadian tersebut sempat berusaha melerai, namun para pelaku tidak berhenti.
Mirisnya, usai kejadian awal, korban justru dibawa menggunakan sepeda motor oleh teman pelaku ke lokasi kedua, yaitu area Pantai Alam Indah (PAI) Tegal. Di tempat wisata ini, penganiayaan kembali terjadi dengan lebih sadis, mengakibatkan korban mengalami luka lebam di wajahnya.
Kuasa hukum keluarga korban, Adi Jefri Harmanto, menjelaskan bahwa laporan resmi telah dibuat ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tegal pada Selasa, 28 April 2026.
“Kami mewakili keluarga korban melaporkan kejadian viral yang terjadi di media sosial ini agar para terduga pelaku dapat diproses secara hukum,” ujar Jefri kepada media.
APY sendiri direkomendasikan dokter untuk segera menjalani perawatan inap, namun demi keperluan pelaporan agar proses hukum dapat segera berjalan, APY tetap mendampingi keluarganya bersama kuasa hukum membuat laporan.
Jepri mengkonfirmasi bahwa berdasarkan keterangan korban, terdapat tiga terduga pelaku berinisial I (12), Z (13), dan M (13). Dari ketiga pelaku tersebut, satu masih berstatus siswa SMP aktif, sementara dua lainnya adalah anak-anak yang putus sekolah. Jepri menambahkan, korban mengenal salah satu pelaku berinisial N, namun tidak mengenal pelaku lainnya.
Motif sementara yang terungkap dari keterangan korban adalah adanya saling ejek antar mereka yang kemudian berlanjut dengan perjanjian pertemuan. Jepri membantah narasi yang beredar di beberapa akun video yang menyebutkan penyebabnya adalah rebutan pacar. “Itu tidak benar. Berdasarkan keterangan korban, motifnya murni karena saling ejek,” tegasnya. Korban dan para pelaku diketahui berasal dari satu desa yang sama, yaitu Desa Bandaaari, Kecamatan Dukuhturi, Tegal.
Aksi perundungan ini meninggalkan luka fisik dan mental mendalam bagi korban. Pihak berwenang diharapkan dapat menindaklanjuti laporan ini demi tegaknya keadilan bagi APY dan mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. Mengenai dampak negatif perundungan di kalangan pelajar perlu terus digalakkan oleh sekolah, keluarga, dan masyarakat. (Biet)
