Wonogiri-Inspirasiline.com. Destinasi wisata dikawasan Wonogiri belahan selatan kini semakin lengkap. Kalau beberapa puluh tahun lalu terdapat beberapa goa dikecamatan Giriwoyo, Eromoko dan Pracimantoro, ada Museum Kars di Praciantoro, ada tiga pantai di wilayah kecamatan paranggupito, serta sejak 6 tahun ini muncul destinasi wisata baru berupa ” agrowisata” berlebel ” Bukit Dewa Dewi”.
Bukit ini terletak di dusun Sumur, Desa Suci kecamatan Pracimantoro sekitar 40 km dari kota Wonogiri.
Bukit Dewa Dewi semula hanya merupakan bukit tandus yg tidak menarik perhatian masyarakat. Tetapi sejak tahun 2021 ini dikembangkan oleh seorang investor bernama Tito Junaidi tempat ini mulai viral, dan sejak liburan 2024 mulai dikunjungi wisatawan. Bukit Dewa Dewi mulai menawarkan kombinasi unik antara panorama alam yang indah dan agrowisata yang menawan. Apalagi ditempat ini ketika pagi bisa menyaksikan terbitnya mentari dan kalau sore bisa melihat yg mentari menghilang di upuk barat.

Oleh Tito Juniadi bukit Dewa yang mempunyai luas 37 hektar ini disulap sebagai perkebunan alpukat ( Persea Americana Mill).Tanaman ini termasuk dalam keluarga Lauraceae yg berasal dari wilayah Meksiko serta Amerika Tengah.
Tanah seluas 37 hektar tersebut ditanami sekitar 1.200 batang alpukat yg sistem pengolahan lahannya dibuat dengan model terasering, sehingga bila dilihat sangat mengagumkan.

Fasilitas wisatawan mulai lengkap
Pemilik gunung Dewa Dewi atau yg lebih dikenal sebagai bukit Dewa Dewi Tito Juniadi 52 tahun ketika dimintai keterangan oleh inspirasiline mengatakan tempat wisata yg sekarang menjadi viral itu modal awal usahanya hanya mengeluarkan dana 500 juta.kata dia, 80 persen lahan yg digunakan utk usaha adalah tanah warisan orang tua dan 20 persen lainnya beli milik warga terdekat.
Ditanya tentang apa yg menginspirasi mengapa pilihannya tanaman alpokat, karena ketika itu ada tanaman buah mengkudu yang tumbuh subur dikawasan itu, kemudian dia berpikir berarti bila ditanam alpukat kemungkinan bisa hidup.Ketika inspirasi menyinggung bahwa tanaman alpukat berasal dari Meksiko Tito Juniadi yg berasal dari kabupaten Pacitan tidak sependapat. ” Alpukat adalah tanaman kita, tanaman milik Nusantara tapi dibawa ke Meksiko dan diaku miliknya.

Menurut Tito karena pengunjung mulai banyak dan datang dari seluruh Indonesia kini fasilitas mulai dilengkapi. Semula hanya ada tempat parkir, saung atau gazebo dan toilet, kini sudah dilengkapi resto yang bisa digunakan untuk pertemuan dan rapat rapat sebuah lembaga. Kini resto yg sudah ada beberapa bulan itu dikelola oleh anak pertama Tito bernama Diah. Resto yang diberi nama Joglo Kuliner Dewa Dewi ini tempatnya luas dan posisi diatas bukit, tempatnya nyaman dan udara segar, ruangannya bisa menampung ratusan orang. Diah pemilik resto mengatakan, yg sering booking restonya sebagian besar dari Dinas pendidikan Gunungkidul , tapi dari Wonogiri sudah banyak yang pesan tempat. Kalau usaha dibidang kuliner yg mengelola anak putrinya,sedangkan usaha perkebunan alpukat dikelola anak prianya.
Mulai dikenakan tiket masuk
Beberapa bulan lalu, para wisatawan masuk dikawasan Hb Bukit Dewa Dewi masih gratis, tetapi saat ini sdh dikenakan tiket masuk perorang 5.000. sedangkan Beaya parkir sepeda motor 3000 rupiah, mobil 5.000 rupiah, Elf 15.000 rupiah dan bus medium 25.000.

“Bukit Dewa Dewi memang keren” kata Lily dan Tini dua orayg wisatawan langsung datang dari Palembang Sumatera. Dan kita akan kesini lagi lanjut Lily.
Bukit Dewa Dewi sekarang ini sudah berkembang pesat sebagai destinasi wisata dikawasan Wonogiri belahan selatan, dan dari usaha tersebut paling tidak sudah berhasil memberikan pekerjaan baru bagi 50 orang. ” Yang bekerja disini kami prioritaskan warg sekitar, kata Tito Juniadi menutup pembicaraan. (Widodo Ts)
