Magelang-Inspirasiline.com. Sebanyak 110 juru sembelih yang tergabung dalam Jagal Muhammadiyah (Jagalmu) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Muntilan menggelar Apel Siaga dan Pelatihan Teknis di halaman SMK Muhammadiyah 2 Muntilan, Kabupaten Magelang, Ahad (3/5/2026).
Kegiatan ini dilakukan guna memantapkan kesiapan personel dalam menghadapi Hari Raya Idul Qurban 1447 Hijriyah.

Peserta yang berasal dari Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), takmir masjid, hingga perwakilan Ranting Muhammadiyah se-wilayah Muntilan ini menunjukkan antusiasme tinggi. Menariknya, pelatihan angkatan kedua ini didominasi oleh generasi muda, yang menandakan terjadinya regenerasi positif dalam tenaga terampil penyembelihan hewan kurban.
Ketua PCM Muntilan, Miftahudin, dalam sambutannya menegaskan bahwa peran Jagalmu bukan sekadar memotong hewan, melainkan bagian dari syiar ibadah yang harus dijalankan sesuai tuntunan Rasulullah SAW.

“Jagalmu adalah syiar kebaikan. Pelatihan ini krusial agar setiap takmir masjid dapat menjalankan ibadah kurban dengan manajemen yang baik, profesional, dan memberikan manfaat luas bagi umat,” ujar Miftahudin.
Senada dengan hal tersebut, narasumber ahli Rahmat Abdul Gani menekankan pentingnya aspek kehalalan dalam proses penyembelihan. Menurutnya, kesalahan teknis saat eksekusi bisa berisiko membuat hewan yang semula halal menjadi tidak layak konsumsi secara syar’i.
“Banyak warga yang mampu berkurban tapi tidak mampu menyembelih sendiri. Di sinilah peran jagal ahli menjadi sangat krusial agar tidak ada kesalahan fatal dalam proses penyembelihan,” jelas Rahmat.
Selama pelatihan, para peserta tidak hanya dijejali teori fiqih dan adab, tetapi juga praktik langsung menggunakan hewan kurban sebenarnya. Materi yang diajarkan meliputi standar pemilihan hewan, teknik tali-temali, metode merebahkan hewan yang efektif, cara menguliti, hingga teknik asah bilah agar alat sembelih tetap optimal.

Kegiatan kolaborasi antara Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) dan PCM Muntilan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas penyelenggaraan kurban di wilayah Muntilan, baik dari sisi teknis maupun pemenuhan standar syar’i.
Suasana keakraban menutup rangkaian acara saat seluruh peserta menikmati makan siang bersama dengan menu tongseng kambing, yang merupakan hasil dari praktik penyembelihan langsung di lokasi pelatihan. (BHP)
