Sragen-Inspirasiline.com. Ratusan Buruh Dan Perwakilan Perusahaan Memadati Halaman Technopark Sragen Dalam Peringatan Hari Buruh Internasional (Mayday) 2026, Selasa (5/5/2026). Momentum Ini Dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Sragen Untuk Menegaskan Komitmen Mas Menjaga Keseimbangan Antara Pertumbuhan Industri Dan Kesejahteraan Pekerja.
Kegiatan Ini Dihadiri Bupati Sragen Sigit Pamungkas, Wakil Bupati H. Suroto, Sekretarus Daerah (Sekda), Jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Dan BPJS Kesehatan, Perusahaan, Serta Buruh Di Sragen.
Dalam Sambutannya, Bupati Sigit Pamungkas Menekankan Bahwa Lahirnya Mayday Bukanlah Hasil Kebijakan Semata, Melainkan Buah Dari Perjuangan Panjang Kaum Pekerja. Ia Mengingatkan Peristiwa Demonstrasi Besar Di Amerika Serikat Pada 1886 Yang Melibatkan Ratusan Ribu Buruh Menuntut Pembatasan Jam Kerja.
“Dulu Tuntutannya Sederhana, Jam Kerja Tidak Lebih Dari 8 Jam. Tapi Perjuangannya Tidak Mudah, Bahkan Sampai Menimbulkan Korban Jiwa,” Kata Bupati Sragen.
Menurutnya, Apa Yang Dinikmati Pekerja Saat Ini, Termasuk Sistem Jam Kerja, Merupakan Hasil Dari Perjuangan Tersebut. Ia Juga Menyinggung Konsep “Surplus Value” Atau Nilai Lebih Yang Dihasilkan Pekerja Dalam Proses Produksi.
“Pekerja Memberikan Nilai Tambah Pada Barang Yang Diproduksi. Karena Itu, Penting Menjaga Keseimbangan Antara Keuntungan Pengusaha Dan Kesejahteraan Buruh,” Ujarnya.
Bupati Sigit Pamungkas Juga Menyoroti Penetapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Sragen Tahun 2025 Yang Mencapai Rp2.337.700 Atau Naik 7,12 Persen Dari Tahun Sebelumnya. Ia Mengaku Meminta Tim Penentu UMK Menggunakan Koefisien Maksimal Dalam Perhitungan Agar Hasilnya Lebih Optimal Bagi Pekerja.
“Kalau Tidak Pakai Koefisien Maksimal, Angka UMK Kita Bisa Lebih Rendah. Ini Bentuk Keberpihakan Agar Tetap Proporsional,” Jelasnya.
Di Sisi Lain, Orang Nomor Satu Di Sragen Itu Mengungkapkan Saat Ini Terdapat 565 Perusahaan Di Sragen Dengan Total Sekitar 46.513 Pekerja. Ia Berharap Semakin Banyak Investor Masuk Untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah Yang Saat Ini Mencapai 5,7 Persen, Di Atas Rata-Rata Jawa Tengah Dan Nasional.
“Kalau Industri Masuk, Dampaknya Besar, Mulai Dari Lapangan Kerja Hingga Perputaran Ekonomi,” Katanya.
Meski Demikian, Ia Menekankan Pentingnya Menjaga Iklim Investasi Yang Kondusif Serta Memastikan Hak-Hak Pekerja Terpenuhi, Termasuk Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Yang Saat Ini Baru Mencapai 74 Persen. Sementara Untuk BPJS Kesehatan, Cakupannya Sudah 100 Persen.
“Hubungan Industrial Yang Harmonis Harus Terus Dijaga. Hak Pekerja Wajib Dipenuhi Sesuai Aturan,” Tegasnya.
Sementara Itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sragen, Rina Wijaya, Menjelaskan Peringatan Mayday Tahun Ini Digelar Pada 5 Mei 2026 Menindaklanjuti Imbauan Pemerintah Pusat Agar Peringatan Dilakukan Setelah 2 Mei.
Ia Menyebut Tema Mayday 2026 Adalah “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri Dan Kesejahteraan Pekerja” Dengan Tagline “Satu Tekad, Satu Tujuan, Sejahtera Bersama”.
Dalam Rangkaian Kegiatan, Juga Digelar Aksi Sosial Donor Darah Yang Diikuti 174 Peserta Dari Kalangan Pekerja. Selain Itu, BPJS Ketenagakerjaan Turut Menyerahkan Kemanfaatan Berupa Santunan Kepada Ahli Waris Pekerja Sebagai Bentuk Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.
Perwakilan Serikat Pekerja Sragen, Giyatno, Menyampaikan Peringatan Mayday Tahun Ini Berlangsung Berbeda Dari Biasanya Yang Identik Dengan Aksi Unjuk Rasa. Ia Mengatakan, Kegiatan Diisi Dengan Aksi Sosial Sebagai Bentuk Kolaborasi Antara Pekerja Dan Pengusaha.
“Serikat Pekerja Adalah Mitra Perusahaan. Kita Ingin Membangun Hubungan Yang Harmonis Demi Kesejahteraan Bersama,” Ujarnya.
Ia Juga Berharap Pemerintah Daerah Terus Hadir Memberikan Solusi Di Tengah Tantangan Global Yang Berdampak Pada Dunia Usaha Dan Tenaga Kerja, Seperti Pengurangan Jam Kerja Hingga Pemutusan Hubungan Kerja.(Sugimin/17- Release Diskominfo Sragen)
