Administratur Perhutani KPH Purwodadi Tinjau Langsung Proses Tebangan untuk Pastikan Zero Fraud dan Kelestarian Hutan

NEWS

Grobogan-Inspirasiline.com. Dalam upaya memastikan proses produksi kayu berjalan sesuai prosedur, transparan, dan bebas dari praktik kecurangan (Zero Fraud), Administratur Perhutani KPH Purwodadi bersama jajaran manajemen turun langsung melakukan pengecekan kegiatan tebangan pada petak tebangan tahun 2026 di Petak 1E RPH Karanggetas BKPH Pojok, Selasa (02/06/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Administratur KPH Purwodadi Untoro Tri Kurniawan didampingi Wakil Administratur, Kepala Seksi Produksi dan Ekowisata, Kepala Seksi Keuangan, SDM, Umum dan IT, serta jajaran petugas BKPH Pojok.

Dalam pengecekan tersebut, manajemen melakukan pemeriksaan secara menyeluruh mulai dari proses penebangan pohon di lapangan, pencatatan administrasi hasil produksi, pengukuran kayu, penandaan barcode kayu, hingga pemeriksaan dokumen angkutan kayu dari lokasi tebangan menuju Tempat Penimbunan Kayu (TPK) Sambirejo. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan produksi berjalan sesuai ketentuan, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Petak 1E RPH Karanggetas merupakan tebangan A2 dengan tanaman tahun 1984 seluas 13 hektare. Pada petak tersebut ditargetkan menghasilkan produksi kayu jati sebanyak 725,037 m³ dan mahoni sebanyak 35,065 m³.
Selain memastikan aspek produksi, kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Perhutani dalam menjaga kelestarian hutan melalui penerapan prinsip pengelolaan hutan lestari. Setiap kegiatan pemanenan dilakukan berdasarkan perencanaan yang matang dan akan diikuti dengan kegiatan penanaman kembali guna menjaga keberlanjutan fungsi ekonomi, sosial, dan ekologis kawasan hutan.

Administratur KPH Purwodadi, Untoro Tri Kurniawan menyampaikan bahwa pengawasan langsung oleh manajemen merupakan langkah nyata untuk memastikan seluruh proses produksi kayu berjalan secara profesional dan bebas dari penyimpangan.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap batang kayu yang diproduksi telah melalui proses yang sesuai ketentuan, mulai dari penebangan, pengukuran, administrasi hingga pengangkutannya. Prinsip Zero Fraud harus menjadi budaya kerja seluruh jajaran. Selain itu, kegiatan pemanenan ini merupakan bagian dari pengelolaan hutan lestari yang selalu memperhatikan keseimbangan antara aspek produksi, sosial, dan lingkungan,” tegas Untoro.

Sementara itu, Kepala BKPH Pojok Bambang R menjelaskan bahwa jajarannya terus meningkatkan pengawasan di lapangan agar seluruh tahapan kegiatan tebangan dapat berjalan tertib dan sesuai standar operasional perusahaan.
“Kami melakukan pengawasan secara berjenjang terhadap kegiatan produksi di lapangan. Mulai dari penebangan, penataan kayu, pencatatan administrasi hingga proses pengangkutan ke TPK. Dengan pengawasan yang ketat, kami berharap seluruh kegiatan produksi dapat berjalan lancar, aman, dan memberikan kontribusi positif bagi perusahaan serta masyarakat sekitar hutan,” ujar Bambang.

Dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan produksi yang tertib dan transparan juga disampaikan oleh Febri, salah satu sopir truk angkutan hasil kayu tebangan yang merupakan mitra Perhutani sekaligus warga Dusun Karanggetas.
“Sebagai mitra kerja Perhutani, kami merasa senang karena proses produksi dan pengangkutan kayu dilakukan secara terbuka dan sesuai aturan. Seluruh dokumen angkutan diperiksa dengan baik sebelum kayu diberangkatkan ke TPK. Kegiatan ini juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar karena banyak warga yang terlibat dalam kegiatan produksi maupun jasa angkutan,” ungkap Febri.

Melalui kegiatan pengecekan lapangan tersebut, Perhutani KPH Purwodadi menegaskan komitmennya dalam mewujudkan tata kelola produksi kayu yang profesional, transparan, dan akuntabel, sekaligus mendukung pengelolaan hutan lestari demi keberlanjutan sumber daya hutan untuk generasi mendatang. (jk/Aris).

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *