Kendal-Inspirasiline.com. Seni tari Cucuk lampah mengawali prosesi kirab pusaka Kyai Tunggul yang ditampilkan oleh Nimas Kenya Kencana Wungu sebagai pembuka jalannya prosesi kirab pusaka Kyai Tunggul yang digelar oleh Pemerintah Desa Pamriyan Kecamatan Gemuh dalam rangka Merti Desa Napak Tilas Culture Festival ke-3, Jumat (26/6/2026) di lapangan sepak bola Gelora Tangkas desa Pamriyan.
Dalam prosesi kirab tersebut di lakulan dengan berdiam diri serta didalam hati melawatkan sholawat nariyah di sepanjang perjalan bertujuan untuk membentengi desa dari hal-hal negative.

Kepala desa Pamriyan Taufik Rizal mengatakan, selama kirab berjalan sambil berdoa dengan penuh harapan desa Pamriyan menjadi desa yang gemah ripah loh jinawi atau dalam bahasa lain Menjadi desa Yang baldatun thoyyibatun warobbun qhofur.

“Merti desa Pamriyan yang menjadi tonggak adalah pembacaan Qotmil Qur’an di empat belas titik dengan di bacakan oleh 36 hafidz hafidhor juga diramaikan oleh seluruh masyakat lingkungan masjid dan mushola, ” ujar Taufik.
Sementara Empu Rinto Murdomo mengatakan, Merti desa Pamriyan yang di gagas oleh Kepala Desa muda yaitu Taufiq Rizal menunjukkan bahwa bangsa sedang menunjukkan kebangkitan budaya yang luar biasa.
Menurutnya, dengan berbarengan dengan pengajian akbar dan Kirab pusaka, memberikan arti bahwa Agama dan Budaya bisa bersinergi secara utuh dan damai.
“Semoga selanjutnya Pengajian akbar dan Kirab pusaka tetap berdampingan untuk memberikan daya positif doa doa yang terkolaborasi di dalam kegiatan tersebut, ” ungkap Empu.
Empu Rinto Murdomo menjelaskan, bahwa Kirab pusaka yang di gelar mengelilingi desa adalah doa yang di lantunkan sang empu ketika membabar pusaka tersebut bisa memberikan energi positif untuk desa yang dikelilingi kirab tersebut.
“Dengan doa tolak bala, keselamatan, ketentraman dan doa doa kerejekian bisa melingkupi desa tersebut, ” tandasnya.
Kegiatan Merti desa pamriyan kali ini di tutup dengan penancapan tiang asmaul husna di jalan napak tilas, sebagai median edukasi serta promosi untuk seluruh pengguna jalan tersebut. (eko)
