Dampak Buka-Tutup Perbaikan Jalan, Kemacetan Mengular Sepanjang Dua Kilometer

NEWS

Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspirasilne.com

KEMACETAN dampak buka-tutup karena perbaikan jalan di jalan Solo-Stagen, wilayah Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen mengular sampai sepanjang dua kilometer.

Jalan Solo-Sragen terkenal rusak sejak zaman penjajahan Belanda

Jalan Solo-Sragen berstatus sebagai jalan nasional. Meski demikian, kerusakan kerap muncul di sejumlah titik. Selain berlubang, jalanan juga kerap bergelombang.

SEJUMLAH alat berat sibuk dioperasikan untuk perbaikan jalan.

Tanah yang labil dan banyaknya truk bertonase tinggi yang melintas menjadi penyebab utama terjadinya kerusakan jalan.

Aspal jalan bergelombang umumnya terjadi di dekat persimpangan jalan. Hal ini disebabkan karena terlalu lama menahan beban truk bertonase tinggi yang berhenti, karena lampu lalu lintas menyala merah.

Sejauh ini, perbaikan jalan Solo-Sragen baru sebatas tambal sulam.

Kondisi jalan yang rusak itu tentu membahayakan keselamatan pengguna jalan. Tidak jarang warga mengalami kecelakaan tunggal setelah roda sepeda motornya terperosok lubang di jalan Solo-Sragen.

Masyarakat merasa prihatin sekaligus geli mengetahui fakta bahwa kerusakan jalan utama itu telah disoroti banyak orang.

Masaran duwe crito, dalan ora roto,” ujar seorang petugas pengatur yang mengibarkan bendera tanda buka-tutup jalan.

Jalan Sragen Solo ini sudah dari dulu kondang jalur maut. Jalannya sempit dan ramai. Jika musim penghujan banyak lubangnya.

Dalam perkembangannya, jalur diperlebar dari Palur sampai Masaran. Dulu banyak yang mengira akan diperlebar dan dua arah sampai Sragen, namun pada kenyataannya tidak.

“Sebenarnya perbaikan ini sudah sangat terlambat dan membosankan. Hal ini menjadikan pertanda bahwa pembangunan di wilayah ini disepelekan. Padahal jalan ini adalah jalur vital yang sangat diperlukan demi kelancaran ekonomi masyarakat sekitar,” bebernya.

Pantauan inspirasiline.com di lokasi perbaikan tambal-sulam jalan di sebelah Lapangan Masaran, Sabtu (16/1/2021), pukul 13.26, mendapati bahwa setelah dua jam lebih arus dari arah barat baru dibuka, bergantian dari arus arah timur.***

Bagikan ke:

1 thought on “Dampak Buka-Tutup Perbaikan Jalan, Kemacetan Mengular Sepanjang Dua Kilometer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *