Begsan Tayub Modern Meriahkan Peringatan HUT PWRI dan IPPK Giriwoyo

NEWS

WONOGIRI (inspirasiline.com) Sinar mentari semburat merah tembaga , langit cerah tak sedikit pun terlukis awan di langit daerah Giriwoyo. Udara dingin terasa menusuk sekujur tubuh.

Walau demikian suasana dingin tak menyurutkan semangat insan PWRI dan IPPK ( Ikatan Purnakaryawan Pendidikan dan Kebudayaan )  untuk menghadiri acara kegiatan ” Peringatan Hari Ulang Tahun PGRI dan IPPK tahun 2026.”

Sekali merengkuh dayung dua,tiga pulau terlampaui.

Peribahasa tersebut nampaknya tepat diterapkan pada kegiatan peringatan HUT PWRI ke – 64 dan IPPK ke – 53
di Kecamatan Giriwoyo. Pelaksanaan dilaksanakan dalam satu waktu, satu tempat satu kepentingan, satu kepanitiaan, dengan menerapkan nilai kebersamaan serta menjunjung tinggi nilai gotong royong.

Kedua organisasi tersebut mengangkat tema sebagai berikut;

PWRI, ” Satu Tekad Satu Jiwa, Memperkokoh Solidaritas Wredatama Demi Kesejahteraan Bersama”.

IPPK, ” Dengan Semangat Kekeluargaan Kita Kuatkan Silaturahmi Dalam Wadah IPPK”

Semarak, kegiatan diikuti ratusan anggota, mengenakan kostum olah raga atas putih, bawah bebas.

Acara diawali dengan senam kebugaran, dilanjutkan jalan santai, menempuh jarak 1,5 km,  diawali dari Wisma PWRI menuju Kantor Kelurahan Giriwoyo, kembali ke pangkalan semula.

Hadir pada acara tersebut, Pengurus PWRI dan IPPK Kabupaten Wonogiri , Camat Giriwoyo (Sri Sundoro ) Forkopimcam ( Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan), Ka  KUA, Kep.Kalurahan Giriwoyo, Kep.Puskesmas, Ketua RT,/RW lingkungan, pengurus dan anggota PWRI, IPPK Kecamatan Giriwoyo.

Kegiatan kedua organisasi kemasyarakatan tersebut dimeriahkan dengan pentas Seni Karawitan Wredha Laras, pimpinan (Sartono – Broto), pentas Begsan Tayub Modern, serta ngaji bareng oleh anggota PWRI dan IPPK.

Paraga penari, Retno Septiani, Budiharyatmi, Hj.Murniati, H.Muji, dan Sukro. Tak hanya itu, ternyata Camat Giriwoyo (Sri Sundoro) didaulat oleh panitia untuk ikut menari bersama.

Meski usia dibilang lanjut, namung gerakan penari lansia  kelihatan masih luwes. Wiraga dan wirama amat fasih. Begsan Tayub Modern diiringi alunan L.Mugirahayu Sl. My, dilanjutkan L.Srampat oleh grup karawitan Wredha Laras.

Acara dibuka oleh Soecipta.  (Ketua PWRI). Ia mengurai tentang tujuan kegiatan, program kerja, hasil lomba, serta ucapan terimakasih dari pihak manapun yang telah membantu memberikan bantuan demi terselenggaranya pelaksanaan kegiatan Peringatan HUT PWRI dan IPPK Kecamatan Giriwo.

” Kami mengapresiasi kegiatan Peringatan HUT 2026 yang diselenggarakan bersama. Ucapan selamat atas tercapainya program kerja, prestasi yang diraih sebagai juara pertama pada lomba menghafal Pengucapan Panca Ubaya PWRI tingkat Kabupaten Wonogiri. Semoga PWRI terus maju berkembang dan mempertahan kan yang pernah dicapai saat ini” ujar Sri Sundoro (Camat Giriwoyo) pada penyampaian sambutan singkat.

Lain tersebut, Sri Sundoro berharap agar PWRI, IPPK ikut mendukung program pemerintah, baik di tingkat Kec.Giriwoyo atau program daerah Kab.Wonogiri.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh ketua PWRI (Sri Wiyoso) dan IPPK Kabupaten Wonogiri.  (Suwartono ).

 Walau usia dibilang lanjut  namun semangat terus membara. Hal ini tercermin tercapainya program kerja,  kegiatan dilaksanakan secara lancar, berhasil guna untuk kepentingan anggota, baik PWRI dan IPPK. Di sini baju saya ada dua, baju PWRI dan baju IPPK (sebagai ketua di PWRI dan IPPK)” jelas Suwartono.

Ia mengapresiasi atas hasil kegiatan yang di pentaskan kali ini, berupa seni Begsan Tayub Modern, karawitan, pengucapan teks Panca Ubaya PWRI, senam kebugaran, jalan sehat, serta pengajian bersama oleh warga PWRI dan IPPK.

Usai menyampaikan kata sambutan, ketua IPPK, dan PWRI Wonogiri secara bergantian melaksanakan potong tumpeng, diserahkan kepada ketua PWRI dan IPPK Kecamatan Giriwoyo, yang sebelumnya diawali dengan doa selamat.

Untuk  menyemarakkan suasana, grup  seni Begsan Tayub Modern menampilkan kemampuan  menari di depan tamu undangan.

Paraga Begsan Tayub Modern di antaranya ; Sukro, H.Muji, Retno Septiani, Hj.Murniati, Budi Haryatmi. Pentas diiring Gending L.Mugirahayu, dilanjutkan Lc.Srampat.

Pada kesempatan ini, Sri Sundoro (Camat Giriwoyo) didaulat oleh panitia untuk ikut  berjoged Begsan Tayub Modern.

Ternyata Sri Sundoro mampu mengikuti alunan Gending Begsan, irama, serta miwir sampur berwarna hijau daun  secara luwes.

Sebagai acara penutup grup Seni Karawitan Wreda Laras mengalunkan Gending ;  L.Slamet, Dhayohe Teka, L.Santi Mulyo, Jineman Uler Kambang, L.Pariwisato.

Acara diakhiri dengan Ayak – ayakan Pamungkas mengantar para tamu meninggalkan Wisma PWRI Giriwoyo.  (SK/19-Nasum Sukro)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *