TEGAL (inspirasiline.com) Sebanyak 190 peserta telah resmi menyelesaikan pendidikan Satuan Pengamanan (Satpam) Gada Pratama Angkatan ke-23 Tahun 2026 yang diselenggarakan di SUPM Negeri Tegal. Kegiatan pelatihan intensif yang berlangsung selama sembilan hari penuh ini ditutup secara resmi oleh Kasubdit Binkamsa Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Jawa Tengah, AKBP Meyta.
Dalam sambutannya, AKBP Meyta menyoroti perubahan positif yang dirasakan para peserta setelah melalui rangkaian pelatihan dibandingkan saat pertama kali mengikuti upacara pembukaan. Beliau menegaskan bahwa para peserta kini menjadi jauh lebih disiplin.


”Waktu rekan-rekan datang mengikuti upacara pembukaan dan sesudah rekan-rekan mengikuti pelatihan, ada perbedaan nggak yang dirasakan? Banyak yang merasakan lebih disiplin,” ujar AKBP Meyta di hadapan para peserta.
Lebih lanjut, AKBP Meyta mendorong para lulusan agar tidak cepat berpuas diri di tingkat Gada Pratama saja. Para satpam diimbau untuk memiliki mimpi setinggi langit guna melanjutkan ke jenjang karier yang lebih tinggi, yakni Gada Madya hingga Gada Utama.

Selain itu, ditekankan pula aspek legalitas profesi. Mengingat profesi Satpam kini telah dilindungi oleh undang-undang dan terikat dengan kode etik, maka setiap personel wajib melalui proses administratif dan pelatihan formal. Pelatihan Gada Pratama ini sendiri dibimbing langsung oleh instruktur dari anggota Polri. AKBP Meta menegaskan bahwa keberadaan satpam tanpa melalui pelatihan resmi merupakan hal yang menyalahi aturan atau ilegal, mengingat tugas Satpam sebagai kepanjangan tangan kepolisian serta mitra kerja Polri dalam menjaga keamanan.
Sementara itu, Direktur PT.Surya Artha Wiguna (SAW,) Evi Yohani menjelaskan, kegiatan pelatihan Satuan Garda Pratama ini diikuti oleh 190 peserta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 35 orang di antaranya telah mendapatkan pekerjaan. Sementara itu, sisanya dipersiapkan untuk menunggu penempatan lowongan kerja di berbagai perusahaan, perkantoran, maupun instansi mitra PT SAW yang tersebar di wilayah Tegal, Probolinggo, Jakarta, Kendal, Semarang, serta area Jawa Barat dan Jawa Tengah. Selesai penutupan Direktur PT. SAW langsung melepas 30 anak didiknya yang langsung ditempatkan di sejumlah perusahaan Jakarta.

Terkait fasilitas dan perlengkapan peserta selama mengikuti pendidikan, Evi memastikan bahwa para peserta mendapatkan atribut kedinasan yang lengkap dari pihak penyelenggara.
” Jadi mereka dapat seragam dari atas sampai bawah, tinggal larilah,, istilahnya. Sepatu gratis , kaos kaki aja gratis ” terang Evi.
Dalam kesempatan yang sama, Evi juga menjelaskan perbedaan tingkatan kualifikasi dalam profesi satpam. Tingkat Gada Pratama merupakan jenjang dasar, sementara Gada Madya merupakan tingkatan kedua yang dipersyaratkan bagi personel yang akan naik pangkat menjadi seorang Danru (Komandan Regu), sebelum akhirnya bisa mencapai jenjang tertinggi yaitu Gada Utama. Pendaftaran untuk jenjang pelatihan berikutnya juga terbuka bagi lulusan SMA/SMK maupun pemegang ijazah Paket C dengan memenuhi persyaratan kesehatan dan fisik tertentu.
Melalui sinergi antara Polda Jateng dan PT SAW ini, diharapkan para lulusan Gada Pratama Angkatan ke-23 mampu mengaplikasikan seluruh ilmu, keterampilan, dan kedisiplinan yang telah diperoleh untuk menjadi tenaga pengamanan yang tangguh, berkarakter, serta profesional di tengah masyarakat. (Biet)
