KENDAL (Inspirasiline.com) – Perekonomian Kabupaten Kendal menunjukkan kinerja yang sangat kuat pada Triwulan II Tahun 2026. Berdasarkan hasil penghitungan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), ekonomi Kendal pada Triwulan II 2026 tumbuh 8,57 persen secara year-on-year (y-on-y) dibandingkan Triwulan II 2025. Secara q-to-q, ekonomi Kendal tumbuh 4,17 persen, sedangkan secara kumulatif Semester I 2026 (c-to-c) tumbuh 8,22 persen.
Capaian tersebut menempatkan Kendal sebagai kabupaten/kota dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Jawa Tengah, baik dari sisi pertumbuhan y-on-y maupun c-to-c.
Pertumbuhan Kendal jauh berada di atas pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang mencapai 5,71 persen y-on-y, serta pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen pada periode yang sama.
BPS Jawa Tengah mencatat ekonomi provinsi tumbuh 5,71 persen y-on-y dan 5,80 persen secara kumulatif Semester I 2026. Sementara itu, ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen y-on-y dan 5,45 persen secara c-to-c pada Semester I 2026.
Kinerja ekonomi Kendal yang mencapai 8,57 persen tidak terlepas dari kuatnya sejumlah lapangan usaha. Industri Pengolahan masih menjadi sektor paling dominan dengan kontribusi 41,77 persen terhadap PDRB Triwulan II 2026. Sektor ini juga tumbuh 9,71 persen y-on-y dan menjadi sumber pertumbuhan terbesar sebesar 3,77 persen poin.
Pertumbuhan lainnya melalui Pertanian, Kehutanan dan Perikanan memberikan kontribusi 17,61 persen dengan pertumbuhan 6,72 persen dan sumber pertumbuhan 1,19 persen poin. Sementara Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor berkontribusi 12,11 persen, tumbuh 8,82 persen, dan memberikan sumber pertumbuhan 1,08 persen poin.
Sektor Konstruksi juga menjadi salah satu penopang penting dengan kontribusi 7,77 persen, pertumbuhan 13,47 persen, dan sumber pertumbuhan 0,97 persen poin. Selanjutnya, Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum berkontribusi 4,40 persen, tumbuh 12,37 persen, serta memberikan sumber pertumbuhan 0,60 persen poin.
Selain sektor-sektor dengan kontribusi besar, sejumlah lapangan usaha juga mencatat pertumbuhan yang tinggi. Pertambangan dan Penggalian mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 24,72 persen, disusul Konstruksi 13,47 persen, Real Estat 12,71 persen, Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 12,37 persen, serta Pengadaan Listrik dan Gas 12,18 persen.
Kinerja investasi tersebut memperkuat posisi Kendal sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah. Pada 2025, Kabupaten Kendal juga mencatat realisasi investasi sebesar Rp15,86 triliun, tertinggi di Jawa Tengah.
KIK juga telah berkembang sebagai kawasan industri yang menjadi tempat berbagai industri manufaktur, mulai dari fesyen, otomotif, elektronik, makanan dan minuman, furnitur, hingga energi terbarukan.
Kondisi tersebut menunjukkan adanya keterkaitan yang semakin kuat antara arus investasi, ekspansi kapasitas produksi manufaktur, konstruksi, perdagangan, transportasi, serta aktivitas jasa pendukung industri.
BPS Kabupaten Kendal bersama KIK dan akademisi sebelumnya juga telah membahas peran KIK terhadap peningkatan investasi, lapangan kerja, dan tumbuhnya usaha penunjang di sekitar kawasan.
Kepala BPS Kabupaten Kendal menjelaskan bahwa angka pertumbuhan 8,57 persen bukan hanya menunjukkan peningkatan aktivitas ekonomi secara agregat, tetapi juga menggambarkan semakin kuatnya beberapa sektor strategis daerah, terutama industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, serta akomodasi dan makan minum.
“Pertumbuhan ekonomi Kendal sebesar 8,57 persen merupakan hasil dari bergeraknya berbagai sektor secara bersamaan. Industri pengolahan menjadi motor utama, sementara pertanian, perdagangan, konstruksi, serta akomodasi dan makan minum memberikan penguatan dari sisi kontribusi maupun sumber pertumbuhan,” jelas Ade Sandi, Rabu (9/9/26).
Ade Sandi mengatakan, Pertumbuhan ekonomi yang tinggi menjadi modal penting bagi daerah untuk memperluas kesempatan kerja, meningkatkan aktivitas usaha, memperkuat daya beli masyarakat, serta menciptakan multiplier effect dari investasi dan aktivitas industri.
“Adanya pertumbuhan 8,57 persen y-on-y dan 8,22 persen c-to-c, Kendal menunjukkan momentum ekonomi yang sangat kuat, ” ujar Ade. (Ek)
