SRAGEN (inspirasiline.com) Sejarah Tentara Nasional Indonesia (TNI) Berawal Dari Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang dibentuk setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Kemudian Menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) Pada 5 Oktober 1945, Lalu Tentara Republik Indonesia (TRI) Pada 29 Januari 1946, Hingga Akhirnya Resmi Menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI) Pada 3 Juni 1947. TNI dibentuk untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Belanda dan merupakan gabungan dari berbagai badan perjuangan rakyat.
Hari ini Kodim 0725/Sragen melaksanakan Upacara Guna Memperingati HUT Ke-81 TNI Tahun 2026 Di Halaman Makodim Sragen. Upacara berlangsung khidmat dipimpin oleh Kepala Staf Kodim 0725/Sragen Mayor Cba Beni Yusdiantoro, SE. Saat menjadi Inspektur Upacara, Kasdim membacakan Amanat Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si. Senin, 05/10/2026.

“Pada kesempatan ini, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh prajurit dan ASN TNI, di mana pun berada dan bertugas, atas dedikasi, loyalitas, kerja keras, dan pengabdian yang telah diberikan kepada Bangsa Dan Negara”
“Para Prajurit dan ASN TNI yang berbahagia, Kepercayaan rakyat yang tinggi kepada TNI merupakan hasil dari pengabdian yang telah kita berikan, Kepercayaan tersebut adalah
kehormatan sekaligus amanah yang wajib kita jaga, Sejalan dengan itu, negara terus memperkuat TNI, baik melalui peningkatan kesejahteraan prajurit dan ASN TNI maupun modernisasi alat peralatan pertahanan dan keamanan,
Semakin kuat TNI dan semakin modern kemampuannya, semakin besar pula tanggungjawab yang harus kita pikul, Oleh karena itu, penguatan tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi, kesiapan, dan profesionalisme sesuai bidang tugas masingmasing, agar seluruh sumber daya yang dipercayakan kepada TNI dapat digunakan secara optimal dan dipertanggungjawabkan dengan sebaik-baiknya”
“Para Prajurit dan ASN TNI yang saya hormati, Kita menyadari bahwa lingkungan strategis terus berubah, Ketidakpastian global, dinamika ruang informasi dan kognitif yang dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan institusi negara, ancaman terhadap keutuhan wilayah, serta tuntutan integritas dalam pengelolaan sumber daya negara merupakan tantangan yang harus kita hadapi bersama, Menghadapi dinamika tersebut, TNI harus tetap kokoh pada jati dirinya dan jelas dalam arah pengabdiannya”
“Momentum HUT Ke-81 ini harus menjadi tonggak dalam memperteguh tekad kita untuk menjaga persatuan, menegakkan kedaulatan, serta melindungi kekayaan Nusantara sebagai modal utama dalam mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan makmur”
Mengakhiri amanat, Panglima TNI menekankan agar seluruh Prajurit dan ASN TNI menjadikan PRIMA sebagai budaya pengabdian, PROFESIONAL, RESPONSIF, INTEGRATIF, MODERN DAN ADAPTIF.(Sugimin/17)
