SRAGEN (inspirasiline.com) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen meneguhkan komitmen memperkuat budaya literasi melalui penandatanganan komitmen Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Dan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM). Komitmen tersebut ditandatangani Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, bersama Jajaran terkait dalam pembukaan PURBAFEST Sragen Festival Literasi 2026 di Pendopo Sumonegaran Rumah Dinas Bupati Sragen, Selasa (6/10/2026).
Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah, Novi Andriani, mengatakan IPLM Dan TKM menjadi indikator penting dalam melihat perkembangan literasi di suatu Daerah. Menurutnya, kedua indikator tersebut bukan sekadar angka pencapaian, melainkan cerminan ekosistem perpustakaan dan kebiasaan masyarakat dalam pemanfaatan layanan literasi.
“Ketika melihat angka tersebut, pertanyaan kita bukan siapa yang lebih tinggi, tetapi apa yang harus kita perbaiki, apa yang harus kita kuatkan, dan apa yang harus kita lakukan bersama. Literasi harus bergerak dari angka menjadi dampak,” ujarnya.
Novi menyebutkan, pada 2025 IPLM Sragen berada pada angka 6,05 dan menempati peringkat ke-32 di Jawa Tengah. Sementara TKM Sragen tercatat 57,15 dengan peringkat ke-20. Ia berharap komitmen tersebut menjadi langkah bersama untuk meningkatkan capaian literasi di Sragen.
Menurutnya, penguatan IPLM dan TKM dapat dilakukan melalui perpustakaan yang semakin relevan, pembangunan budaya baca, penguatan peran keluarga, pemanfaatan teknologi, serta kolaborasi dan dukungan penganggaran.
Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, menilai penguatan literasi juga penting untuk menjaga jejak sejarah dan peradaban Sragen. Menurutnya, berbagai peristiwa dan perkembangan Daerah perlu ditulis agar dapat dikenali dan dipelajari oleh generasi mendatang.
“Kalau Sragen tidak ditulis oleh kita, 100 atau 200 Tahun lagi anak cucu kita tidak tahu pernah ada peristiwa apa. Karena itu, literasi ini penting,” katanya.
Terlebih lagi, Sragen memiliki sejarah panjang sebagai salah satu kawasan penting dalam perkembangan peradaban manusia. Menurutnya, kekayaan sejarah tersebut perlu diiringi dengan tumbuhnya budaya literasi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sragen, Joko Hendang Murdono, mengatakan PURBAFEST menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya literasi dan meningkatkan kegemaran membaca masyarakat.
“Perpustakaan harus menjadi ruang belajar, berkarya, berkreasi, dan berkolaborasi bagi masyarakat,” ujarnya.
PURBAFEST Sragen 2026 mengusung tema “Menelusuri Jejak Aksara, Merawat Peradaban” dan berlangsung pada 6–8 Oktober 2026. Festival tersebut menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari bookfair , bazar Transformasi Perpusatakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) dan UMKM, seminar literasi, mendongeng, musikalisasi, hingga talkshow . (Sugimin/17- Release Diskominfo Sragen)
