SUKOHARJO (inspirasiline.com) Warga Peduli Aids (WPA) mendapat stimulan dari pemerintah Kabupaten yang diserahkan langsung oleh Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo di Ruang Rapat Wijaya 1 lt 9 komplek gedung terpadu Menara Wijaya pada Selasa (6/10/2026).
salah satu setrategi untuk menekan angka penambahan kasus Hiv Aid dikabupaten Sukoharjo kami menggandeng komunitas yang berada paling dekat dengan masyarakat ditingkat Desa. di kabupaten Sukoharjo sudah terbentuk 155 WPA tingkat Desa dan 2 WPA kampus yaitu Univet Bantara dan UMS. Dari 155 Desa tersebut ada 55 diantaranya sudah teralokasi dengan dana Desa dari APDes. hal ini di ungkapkan Plt Bupati Eko Sapto langkah yang diambil Desa tersebut menjadi langkah positip sehingga lintas sektoral bisa dioptimalkan.

Plt bupati mengatan nahwa Kegiatan ini dihadiri Dinas Kesetan dan Puskesmas Sekabupaten, Camat sebagai pemangku kepentingandi tingkat kecamatan, WPA, , harapan kami smua itu dapat dikoordinir bagaimana mengakselerasi program-program yang ada di Pemerintah Daerah.
Mulai dari pencegahan, pengobatan, bagaimana bisa menjangkau, orang dengan HIV Aids agar semua bisa termonitor, kami sangat berharap komunitas-komunitas ini bisa diwadahi, didornong sehingga mereka bisa mengambil peran, dan yang terpenting adalah sosialisasi pasalnya stigma terhadap penularan Hiv Aids masyarakat belum sepenuhnya tahu, masyarakat memperlakukan orang dengan Hiv Aid belum secara luas memahami, hal ini terkait resiko penularan.

Eko Sapto menambahkan di Sukoharjo di tahun 2026 ini terjadi kasus 38 orang dengan Hiv Aids, maka bagaimana kita punya setrategi untuk menekan agar angka tersebut bisa turun, kalau menurut WHO di tahun 2030 harus zero Hiv Aid, maka kunci utamnya kita optimalkan peran WPA.
Sementara itu DInas Kesehatan sebagai liding sektornya yang diwakili oleh dr, Sugeng menyampaikan bahwa untuk menghilangkan stigma terhadap orang dengan Hiv Aids menjadi perhatian kita bersama dalam pencegahan dan pennanggulangan Hiv Aid kita akan memerankan WPA dalam merspon dan membangun sistem untuk deteksi dini, sistem konseling, testing, pengobatan.
dr Sugeng menambahkan WPA yang sudah terbentuk di kabupaten Sukoharjo sebanyak 12 WPA tingkat kecamatan, 157 WPA Desa, dan 2 WPA kampus yaitu kampus Univet Bantara dan kampus UMS olah karena itu kita perlu untuk rapat koordinasi ini, perlu evaluasi dan monitoring kegiatan WPA, dan untuk membahas permasalahan mencari solusi pemecahannya, katanya. (prie)
