Perhutani Telawa Lakukan Road Show Monev Persiapan Tanaman 2026

NEWS

BOYOLALI (inspirasiline.com) Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Telawa melakukan pengecekan persiapan tanaman tahun 2026 serta pembinaan dengan jajaran mandor tanam dan petani hutan untuk memastikan kesiapan kegiatan persiapan tanaman, pada Rabu (7/10/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk memastikan kesiapan lokasi sebelum pelaksanaan penanaman sehingga seluruh tahapan dapat berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Perhutani KPH Telawa melakukan monitoring pada petak-petak tanaman di seluruh lokasi rencana tanaman tahun 2026. Pada kesempatan ini Administratur KPH Telawa bersama Kepala Seksi Perencanaan dan Pengembangan Bisnis, Kepala Sub Seksi Tanaman bersama Kepala BKPH Kedung cumpleng dan jajarannya melaksanakan pemeriksaan persiapan tanaman Jati Plus Perhutani di petak 35C-1 RPH Lengkong BKPH Karangrayung.

Monitoring dilakukan dengan memeriksa langsung persiapan lapangan, mulai dari kesiapan batas tanaman, pembersihan lapangan, pemasangan acir hingga persiapan lubang tanam.

Administratur KPH Telawa, Titus Aryanto, menyampaikan bahwa monitoring dan evaluasi persiapan tanaman ini dilakukan untuk memastikan lahan-lahan lokasi tanaman sudah siap dengan pengolahan tanah dan rencana pembuatan tanaman sudah dikomunikasikan dengan penggarap sehingga terjalin sinergi yang baik sebelum memasuki tahapan penanaman tanaman pokok kehutanan.

“Monitoring dan evaluasi ini bertujuan untuk memastikan kesiapan lokasi tanaman. Persiapan tanaman, mulai dari pemasangan pal batas lokasi tanaman, plang tanaman, pemasangan acir, serta pembuatan lubang tanam yang baik sesuai dengan Surat Perintah Kerja, serta tentunya administrasi tanaman agar kemajuan tanaman dapat selalu terpantau dan sebagai bahan tindak lanjut bila dijumpai kendala-kendala dalam pembuatan tanaman.” Ujar Titus Aryanto.

Sementara Kepala Seksi Perencanaan dan Pengembangan Bisnis, Kriswantoro menekankan dalam pemasangan acir agar jarak tanam benar-benar diperhatikan sehingga kebutuhan bibit yang didistribusikan nantinya sesuai dengan kebutuhan lapangan. Serta memastikan pembuatan lubang cemplong tanaman agar disiapkan dengan tujuan menyediakan ruang tumbuh yang gembur, optimal dan kaya unsur hara bagi akar tanaman yang baru ditanam.

Perhutani juga menyampaikan penerapan sistem tanam Jati Plus Perhutani (JPP) dengan jarak tanam 6 x 3 meter sebagai bagian dari persiapan kegiatan tanaman. Petani hutan diminta meningkatkan kewaspadaan, melakukan deteksi dini, serta segera melaporkan kepada mandor tanam bila dijumpai kematian tanaman Jati disetiap andil garapannya.

Dalam momen komunikasi dengan penggarap. Nasikun selaku petani hutan, menyatakan kesiapannya dan menerima ketentuan yang disampaikan Perhutani dalam pelaksanaan kegiatan tanaman dan bersedia ikut menjaga tanaman pokok pada petak yang menjadi lahan garapannya.

“Sesuai arahan dari Perhutani, kami menyadari ketergantungan bukaan lahan garapan untuk pertanian dan kami bersedia ikut menjaga dan merawat tanaman pokok Jati agar tumbuh baik dan subur.” kata Nasikun.

Perhutani KPH Telawa berharap dengan kegiatan ini, persiapan tanaman yang dilakukan secara optimal dapat mendukung keberhasilan tanaman tahun 2026. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian dan keberlanjutan pengelolaan hutan melalui pelaksanaan kegiatan penanaman yang terencana dan sesuai dengan ketentuan serta membantu meningkatkan perekonomian masyarakat melalui tumpangsari tanaman agroforestry. (jk/W3P).

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *