Sragen-Inspirasiline.com. Wakil Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah Ir. Sriyanto Saputro,MM menolak keras Wacana impor beras oleh Kementerian Perdagangan
Mantan Ketua Panita Pengawas Pemilu ( Panwaslu) Pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2008 ini menyebut impor beras hanya akan menambah kesengsaraan petani yang sudah dipusingkan dengan mahalnya biaya produksi dan anjloknya harga gabah saat panen raya ini.
Karenanya Sriyanto Saputro meminta agar presiden segera turun tangan melakukan intervensi mengingat gelombang penolakan semakin kencang.
“Inilah kami yang prihatinkan. Katanya memberikan perhatian pada rakyat kecil, pada petani, tapi pada saat petani panen kenapa justru mau impor,” Ungkapnya kepada Inspirasiline.com disela-sela acara konsolidasi di Sragen, beberapa hari lalu

Legislator Partai Gerindra itu juga menyindir hobi pemerintah melalui kementerian yang tak henti melakukan impor beras. Padahal secara peta, Sriyanto Saputro meyakini stok beras dan gabah nasional masih melimpah.
Apalagi, saat ini sedang panen raya di banyak daerah. Khusus untuk Jateng, dan Sragen, selama ini juga selalu surplus stok karena produksi gabah yang melimpah.
“Ini jelas- jelas menyakitkan petani. Sudah beberapa kali kami amati, bahkan dulu Menteri Pertanian pas ke Sragen sedang panen raya tapi di sisi lain waktu itu malah ada impor gila-gilaan. Ini ada apa coba?,” Ujarnya bertanya
Sekretaris DPD Gerindra Jateng itu juga menilai getolnya wacana impor oleh Kemendag, seolah menunjukkan kurangnya koordinasi antar lembaga kementerian di kabinet saat ini.
Hal itu diperkuat dengan adanya perbedaan pernyataan dan sikap antar kementerian terkait soal impor beras.
“Mungkin kementerian antar lembaga kurang kordinasi. Menteri Pertanian mungkin nolak, Bulog nolak. Kemudian ada yang malah mengaku tidak tahu, tapi Menteri Perdagangannya ngotot itu mungkin seperti itu. Harapan saya presiden segera turun tangan melakukan intervensi. Harus dibatalkan impornya dan kalau perlu Menteri Perdagangan dicopot saja,” Ujarnya dengan nada tinggi
Lebih lanjut Sriyanto Saputro menguraikan penolakannya bukan tanpa alasan. Sebab dari pengamatannya, selama ini di Dapil Sragen, Wonogiri, Karanganyar selalu berlimpah stok gabah.
Kemudian secara angka, produksi pangan dan gabah di Jateng juga selalu melimpah. Mencuatnya wacana impor juga sudah berdampak buruk membuat harga gabah anjlok saat musim panen raya ini.
“Kasihan lah petani. Ketika petani mau tanam pupuk susah, ketika mau jual jadi murah gara-gara impor pangan. Di beberapa daerah sedang panen raya kenapa harus impor. Mestinya yang perlu digenjot bagaimana petani ini hasil panen dibeli untuk pengadaannya untuk di gudang. Bulog yang lebih tahu,” tegasnya.
Mantan Ketua PWI Jateng ini juga mempertanyakan sikap Gubernur Ganjar Pranowo yang seolah mengambang dalam menyikapi impor beras. Mestinya sebagai lumbung pangan nasional, Jateng harus tegas menolak impor demi menyelamatkan petani.
“Harusnya Gubernur tegas, jangan ambigu. Statemennya meminta semua pihak menahan diri dan petani diminta tidak khawatir dengan isu impor beras, itu malah membingungkan,” ujarnya mengakhiri bincang-bincang dengan Inspirasiline.com
Penolakan yang sama disampaikan Ketua DPRD Sragen Suparno
” Apakah petani mau dimiskinkan, kalau impor beras dilaksanakan ?”. Ungkap Suparno singkat saat ditemui Inspirasiline.com diruang kerjanya Kamis (25/3/2021).
