Kaya Akan Warisan Budaya, Bupati Sigit Dorong Masyarakat Bangga Batik Sragen

NEWS

SRAGEN (inspirasiline.com)  Sragen memiliki sejumlah sentra dan pelaku industri batik, di antaranya di Wilayah Plupuh dan Daerah lainnya. Namun, potensi tersebut dinilai masih perlu dikembangkan agar batik Sragen semakin dikenal dan mendapat tempat di daerah sendiri.

Hal tersebut disampaikan Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, saat meresmikan pembukaan Rumah Nata Batik bertajuk “Warisan Budaya dalam Setiap Helai” di Desa Pelem Gadung, Kecamatan Karangmalang, Minggu (1/11/2026).

Menurutnya, selama ini produk batik dari Sragen telah dipasarkan ke berbagai daerah, termasuk Solo dan Jakarta. Karena itu, masyarakat perlu lebih mengenal dan bangga terhadap produk batik yang berasal dari Sragen.

“Batik dari Sragen sebenarnya banyak menyebar ke mana-mana. Mudah-mudahan dengan dibukanya Rumah Nata Batik ini semakin membuat masyarakat Sragen bangga dengan produk batiknya sendiri dan membangkitkan kepercayaan terhadap industri kreatif di Sragen, khususnya batik,” ujar Sigit Pamungkas.

Ia berharap Rumah Nata Batik dapat berkembang menjadi galeri yang menghadirkan semakin banyak motif, variasi produk, serta model busana batik yang dapat dinikmati masyarakat. Keberadaan galeri tersebut juga diharapkan mampu menarik minat wisatawan dari luar daerah untuk datang ke Sragen dan berbelanja batik.

Sementara itu, pemilik Nata Batik, Attin Setyaningsih, menceritakan bahwa usaha tersebut berangkat dari latar belakang keluarga yang telah lama berkecimpung dalam dunia batik. Berasal dari Masaran, Attin tumbuh di lingkungan keluarga pedagang dan pengusaha batik. Ia juga memiliki kakak yang memproduksi batik sendiri di Dukungsari, Plupuh.

Attin menjelaskan, sekitar 80 persen produk yang tersedia di Nata Batik berasal dari Sragen. Ke depan, pihaknya berencana menambah variasi produk dari Daerah lain agar pilihan bagi konsumen semakin beragam.

Ia juga berupaya menghadirkan lebih banyak referensi busana ready to wear berbahan batik, termasuk perpaduan batik dengan kain polos maupun lurik. Dengan begitu, batik dapat menjadi pilihan busana yang semakin beragam untuk kebutuhan masyarakat sehari-hari maupun acara tertentu.

“Semoga usaha kami bisa menambah pilihan dan referensi bagi warga Sragen untuk berbelanja batik. Ini dari Sragen untuk warga Sragen. Jika usaha ini semakin berkembang, kami juga berharap bisa membuka lapangan pekerjaan baru,” ungkap Attin. ( Sugimin/17- Release Diskominfo Sragen)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *