Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspirasiline.com
JENAZAH kakak-beradik Suyanto dan Riyanto tiba dari Jakarta, langsung ditujukan ke rumah orangtua mereka di Desa Katelan, KecamatanTangen, Kabupaten Sragen, Minggu (31/1/2021), pukul 11.45.
Setiba di rumah duka, jenazah disambut keluarga dan ratusan pelayat yang sudah sejak pagi memadati rumah duka. Begitu jenazah diturunkan dari ambulans, isak tangis langsung pecah.
Kedua orangtua, istri, dan keluarga serta warga setempat larut dalam isak tangis. Jenazah kemudian dibawa ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tenggeran, desa setempat dengan diantar ratusan petakziah.

Tampak istri-istri kedua almarhum, Sri Wisnuwati (38) dan Ernawati (31) tak mampu menahan tangis saat jenazah suami tercinta mereka dimasukkan ke liang lahat.
Kades Katelan, Kecamatan Tangen Kunto Cahyono mengatakan, jenazah Suyanto dan Riyanto diterbangkan menggunakan pesawat Sriwijaya Air dari Jakarta, pukul 07.30, turun di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) sekitar pukul 09.00.
“Setelah jenazah tiba di Bandara Yogyakarta International Airport, dibawa dua mobil ambulans PMI Yogyakarta untuk dibawa ke rumah duka di Sragen,” ujar Kunto Cahyono, Minggu (31/1/2021).
Dikatakannya, jenazah tiba di rumah duka pukul 11.45. Setelah itu jenazah disalatkan selama 30 menit, baru dimakamkan di TPU Tenggeran desa setempat.
“Saya mewakili warga Desa Katelan mengucapkan belasungkawa. Semoga kedua almarhum husnul khatimah,” katanya.
Kunto Cahyono mengatakan, jenazah Suyanto dan Riyanto teridentifikasi RS Polri Jakarta bersama Kapten Afwan pada Jumat (29/1/2021). Pihak keluarga yang ada di Jakarta langsung mengurus pemulangan jenazah pada Sabtu (30/1/2021).
“Administrasi pemulangan jenazah selesai, almarhum (Suyanto dan Riyanto) langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan pada hari ini. Minggu (31/1/2021),” ujarnya.

Kunto Cahyono menambahkan, perwakilan dari maskapai juga ikut datang ke rumah duka untuk ikut mengucapkan belasungkawa dan menanggung biaya pemakaman. Dari Jasa Raharja juga sudah memberikan santunan pada kedua keluarga korban.
Diketahui, Suyanto tercatat sebagai warga di Dukuh Gunung Banyak, RT 18 dan Riyanto warga Dukuh Tengaran, RT 17, Desa Katelan, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.
Keduanya menjadi penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta pada 9 Januari 2021 lalu.
Sebelum kecelakaan, story Whatsapp (WA) korban Riyanto memajang foto tiket Sriwijaya Air SJ-182 dengan tulisan “Tiwas Subuh Mangkate” (Telanjur Berangkat Subuh) dengan tiga emoji marah.
Keduanya merupakan kakak-beradik yang terbang dari Jakarta-Pontianak untuk mengerjakan proyek rolling door, dari perusahaan jasa konstruksi di Pontianak.***

La mejor aplicación de control parental para proteger a sus hijos – monitoriza en secreto GPS, SMS, llamadas, WhatsApp, Facebook, ubicación. Puede monitorear de forma remota las actividades del teléfono móvil después de descargar e instalar apk en el teléfono de destino. https://www.mycellspy.com/es/