Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspirasiline.com
KETUA Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Masyarakat Tani dan Nelayan (DPC Himtani) Sragen Suhadi mengungkapkan, petani di Bumi Sukowati menolak impor beras saat panen raya, terkait problematka pertanian di Kabupaten Sragen yang menjadi lumbung padi Jawa Tengah (Jateng).

Suhadi mengatakan, dengan biaya produksi petani yang tinggi, ternyata kenaikan Harga Pembeli Pemerintah (HPP) masih berada di bawah harapan petani.
“Meski HPP minimal di angka Rp 4.500 per kg untuk gabah kering panen, HPP yang dipakai Bulog untuk menyerap gabah petani masih kurang tinggi. Agar biaya produksi petani bisa tertutup, maka pemerintah diharapkan hanya mengatur Harga Eceran Tertinggi (HET), minimal untuk beras, bukan maksimal. Harga beras maksimal supaya diserahkan kepada mekanisme pasar,” ujar Suhadi ketika ditemui inspirasiline.com di Sekretariat DPC Himtani Sragen, Jumat (12/3/2021).

Suhadi menyatakan menolak impor beras di saat panen raya. Pasalnya, Pemerintah Pusat seringkali mengambil kebijakan impor di saat panen raya.
Dia berpendapat, kebijakan tersebut sangat merugikan petani, karena harga panen menjadi semakin jatuh.
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat dihubungi inspirasiline.com melalui ponselnya terkait keluhan Himtani menyatakan, akan memberikan masukan kepada Pemerintah Pusat supaya tidak mengimpor beras saat musim panen.***
