Penulis: Eko Purwanto
KENDAL | inspirasiline.com
TIM Penggerak PKK Kabupaten Kendal bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat dan Provinsi Jawa Tengah melakukan sosialisasi pencegahan stunting (gagal tumbuh/kerdil) di wilayah Kabupaten Kendal, Jumat (7/5/2021).

Turut hadir Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kendal Frinando Rad Bonay dan Kepala Kepala Dinas P2KBP2PA Kabupaten Kendal Asrifah.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kendal Wynne Frederica mengatakan, kegiatan hari ini, sosialisasi pencegahan stunting ke warga Kelurahan Bandengan dan Desa Purwokerto, nantinya juga akan dilakukan ke seluruh desa dan kelurahan di wilayah Kabupaten Kendal.

“Kami bertemu dengan anak berisiko stunting dan anak yang sudah mengalami stunting, yakni di Desa Purwokerto. Kami bersama Mr Zack (Zack Petersen) dan BKKBN memberikan sosialisasi tentang pentingnya pencegahan stunting, yang bertujuan agar para keluarga benar-benar paham tentang stunting, sehingga nantinya Kabupaten Kendal dapat terbebas dari stunting,” tutur Chacha Frederica, sapaan akrab Wynne Frederica.
Sementara Koordinator Bidang Advokasi KIE BKKBN Provinsi Jawa Tengah Farida Sumarni menyampaikan, kegiatan ini sebagai persiapan pengentasan stunting pada 2024, yang ditargetkan mencapai 14 persen. Jadi, Kabupaten Kendal akan dijadikan pilot project pengentasan stunting secara nasional.
“Dengan adanya kegiatan ini, bisa dipersiapkan dengan baik, sehingga Kabupaten Kendal menjadi percontohan bagi kabupaten/kota se-Jawa Tengah,” ujar Farida.
Menurut Zack Petersen, di Kabupaten Kendal ini setiap Puskesmas dan dinas terkait yang menangani stunting sudah bagus dan terus bekerja keras, serta terus bergerak untuk melakukan pencegahan stunting.
“Saya meminta kepada ibu-ibu agar benar-benar paham pencegahan stunting. Setelah memahami, harus bisa melaksanakan dengan baik, agar anak-anak bisa tumbuh dengan baik dan normal, sehingga angka stunting juga bisa menurun,” harapnya.***
