Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspirasiline.com
SEIRING datangnya musim penghujan, warga diminta mewaspadai kemunculan ular berbisa di dalam rumah. Empat warga sudah menjadi korban digigit ular berbisa.
Pasalnya, cuaca lembap musim penghujan menjadi kondisi favorit bagi kemunculan binatang melata yang kalau menggigit kadang bisa membawa petaka itu.
Anggota Regional Exalos Sragen, Sutrisno yang aktif di dunia satwa ular saat berbincang dengan inspirasiline.com di warung HIK Taman Krido Anggo, Sragen seusai salat zuhur, Selasa (1/12/2020) mengatakan, musim penghujan memang menjadi momen yang biasa digunakan ular berkembangbiak.
Selain itu, musim hujan kadang banyak diwarnai dengan kemunculan ular di dalam rumah.
Sutrisno mengatakan, dari laporan warga yang diterima selama ini, ruangan dapur atau dekat dapur menjadi lokasi yang paling banyak ditemukan ular.
Kemudian, di area gudang atau tempat penyimpanan barang bekas adalah lokasi kedua yang paling sering dijadikan persembunyian ular.
“Area-area itu biasanya banyak tikusnya, sehingga menarik kemunculan ular untuk masuk. Ular masuk ke rumah itu biasanya untuk cari makanan, yaitu tikus,” ujar Mas Tris, sapaan akrab Sutrisno.
Mas Tris menambahkan, kasus gigitan ular di Sragen sudah relatif banyak. Sepanjang tahun ini, pihaknya sudah menangani empat kasus gigitan ular berbisa pada warga.
Mulai dari kasus ular hijau di Patihan, Sidoharjo; ular bandotan di Ngargosari, Sumberlawang; hingga ular cobra Jawa atau ular dumung yang menggigit bocah empat tahun asal Toroh.
“Alhamdulillah, semua korban bisa tertangani dan bisa pulih. Asalkan penanganannya cepat dan tidak salah, bisa diselamatkan,” paparnya mengakhiri bincang-bincang dengan inspirasiline.com.***

This piece of writing gives clear idea for the new people of blogging, that truly how to do blogging and site-building.