2.271 Saksi TPS Pilkada Sragen Tidak Rapid Test Covid-19

NEWS

Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspirasiline.com

LEBIH dari 2.100 saksi di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sragen yang akan berlangsung 9 Desember 2020 mendatang, dipastikan tidak di-rapid test Covid-19.

Sumber informasi di Kantor Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDIP) Sragen mengatakan, hal itu dikarenakan keterbatasan anggaran dari Tim Pemenangan Pasangan Calon (Paslon) Yuni-Suroto untuk bisa menggelar rapid test ke semua saksi.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Sragen Suparno menyampaikan, pihaknya hanya melakukan sampling sekitar 100 saksi yang di-rapid test, karena keterbatasan waktu dan anggaran.

Menurutnya, aturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak ada mewajibkan rapid test untuk saksi Pilkada. Selama ini hanya imbauan untuk melakukan rapid test terhadap saksi-saksi pasangan calon (paslon).

“Saat ini waktu sudah tidak memungkinkan lagi untuk melakukan rapid test kepada 2.271 orang saksi. Di sisi lain membutuhkan biaya yang tidak sedikit,” ungkap Suparno kepada wartawan, Sabtu (5/12/2020).

Jika diasumsikan setiap saksi Rp 150.000, dikalikan 2.271 orang saksi, maka butuh anggaran setidaknya Rp 340.360.000.

Meski demikian, Suparno menyebut, DPC PDIP sudah berinisiatif melakukan sampling terhadap 100 saksi Paslon Yuni-Suroto.

“Belum ada perintah untuk di-rapid test dari KPU untuk semuanya. Cuma kemarin kita sampling sekitar 100 orang. Kami waspada saja, jaga-jaga situasi dan kondisi. Kalau waktunya gini, rapid test untuk 2.271 orang mendadak gini apa ya bisa. Terlepas dari biaya, waktu pun juga mendesak. Yang penting besok berangkat sehat dicek suhu tubuh normal saja,” ungkapnya.

Pemantau Independen
Terpisah, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sragen Dwi Budhi Prasetya menyampaikan, selain para saksi, ada tim pemantau independen yang juga belum rapid test. Sementara waktu tinggal beberapa hari lagi.

baca juga:  Minggu (11/7/2021), “Grobogan Sehari di Rumah Saja” Jilid Kelima

“Ada 2.271 saksi dan pemantau dari KPK Tipikor dan Pilkada Watch dengan jumlah yang sama akan, ada 6.000 lebih yang perlu dites. Bagaimana DKK melakukan rapid test? Kalau KPPS kan memang sudah direncanakan jauh-jauh hari. Tapi kalau saksi ini kan belum ada koordinasi,” jelas Budhi.

Sementara terkait rapid test untuk saksi di setiap TPS, Bawaslu memang hanya bisa mengimbau agar tim pemenangan melaksanakan, demi keamanan semuanya. Karena dari KPPS dan petugas keamanan sudah di-rapid test semuanya.

Suparno, yang Minggu (6/12/2020) siang ini dihubungi inspirasiline.com melalui ponselnya terkait rapid test saksi mengatakan bahwa kemarin sudah menjelaskan kepada wartawan.

“Apalagi yang perlu dibicarakan, wong sudah saya jelaskan kemarin. Yang penting semua sehat. Pilkada berjalan lancar. Selesai,” tukasnya.

Disinggung kekhawatiran terkait penyebaran Covid-19 di TPS, Suparno mengatakan, kekhawatiran itu ada. “Tapi berdoa saja, agar kita semua selamat dan sehat,” tandasnya.***

 

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *