Dikenal Rajin Mengaji, Aipda Samsul Hadi Juga Kerap Mengisi Khotbah Jumat

NEWS

Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspirasiline.com

KELUARGA besar Polres Sragen dan Kodim 0725/Sragen berduka atas kepergian Aipda Samsul Hadi (57).

Dua personel polisi gugur saat bertugas akibat insiden kecelakaan yang melibatkan Kereta Api (KA) Brantas Jurusan Pasar Senen-Blitar dengan Mobil Patroli Polsek Kalijambe di perlintasan KA tanpa palang di Dukuh Siboto, RT 011, Desa Kalimacan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Minggu (13/12/2020), sekitar pukul 23.00 WIB.

Sementara satu tentara, Pelda Eka Budi M hingga kini belum diketemukan, diduga hanyut ke Kali Cemoro sesaat setelah kecelakaan.

Jasad Aipda Samsul Hadi, warga Perum Gemolong dan Bripka Slamet Mulyono (45), warga Solo ditemukan meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan. Jasad keduanya baru bisa dievakuasi pada Senin (14/12/2020) pagi, setelah tergencet bodi Mobil Patroli Mitsubishi Strada yang ringsek tidak berbentuk akibat tergilas KA Brantas Jurusan Pasar Senen-Blitar.

Jenazah Aipda Samsul Hadi dimakamkan dengan upacara yang dipimpin Kapolsek Plupuh AKP Marsidi.

Aipda Samsul Hadi yang lahir di Desa Suwatu, Kecamatan Tanon, tercatat sebagai anggota Polri sejak 1983.

“Saya sudah kenal almarhum lebih dari 10 tahun. Saat saya memberi tugas, dia langsung melaksanakan dengan cekatan. Almarhum tidak pernah mengeluh atas tugasnya. Dia justru yang paling rajin mengingatkan anggota lain supaya tidak lupa piket,” ungkap AKP Marsidi.

Aipda Samsul Hadi juga dikenal rajin mengaji. Bahkan, dia kerap mengisi khotbah Jumat dan pengajian di sejumlah majelis taklim.

Saat melayani masyarakat, Aipda Samsul Hadi juga dikenal ramah. Meski menjabat sebagai Wakapolsek Kalijambe, almarhum tetap rendah hati.

“Pembawaannya sangat rendah hati. Semua warga dilayani dengan penuh kesabaran,” tutur Johan Wahyudi, tokoh masyarakat di Kalijambe yang mengenal baik Aipda Samsul Hadi.

baca juga:  Musrenbang RPJMD 2021-2026 Fokus Infrastruktur

Sementara itu, hingga kini proses pencarian Pelda Eka Budi M masih berlangsung. Sejumlah sukarelawan di bawah koordinasi Basarnas masih melakukan pencarian dan penyelaman di Kali Cemoro, yang menjadi anak Sungai Bengawan Solo.

Kebetulan, pada Minggu malam, arus Kali Cemoro cukup deras akibat tingginya intensitas hujan di daerah hulu yang masuk wilayah Boyolali.

“Saya kenal baik dengan Pelda Eka Budi. Dia orangnya mudah bergaul, punya loyalitas tinggi, dan ringan tangan,” ujar Kapten Arm Budiyanto, teman Pelda Eka Budi.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *