Pembangunan Selesai, Kios Pasar Gonggang Belum Ada Pintunya

NEWS

Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspirasiline.com

MESKI sudah dinyatakan selesai pembangunannya, puluhan kios di Pasar Gonggang, Desa Karangudi, Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen belum ada pintu dan plafonnya. Akibatnya, para pemilik kios resah dan mempertanyakan kejelasannya.

Pengurus Formas Sragen Sri Wahono mengatakan, proyek Pasar Gonggang dikerjakan oleh CV Syanur Mandiri mulai 10 November-18 Desember 2020, dengan anggaran Rp 577 juta dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Sragen 2020.

SEJUMLAH pemilik kios Pasar Gonggang terpaksa harus menyiasati pintu dan plafon yang belum terpasang.

Sebelumnya, 27 pemilik kios Pasar Gonggang dikumpulkan oleh Lurah Pasar untuk dipertemukan dengan pihak CV Syanur Mandiri, diberitahu bahwa Pasar Gonggang akan direnovasi, namun pihak pemborong tidak menganggarkan pintu dan plafon. Jadi pintu dan plafon dibangun oleh pemilik kios masing-masing. Agar seragam dan rapi, pintu dan plafon bisa pesan ke salah satu bengkel.

“Pihak pemborong tidak memiliki biaya untuk plafon dan pintu. Kalau mau pesan, satu kios kira-kira Rp 2 juta,” ujar Sri Wahono kepada inspirasiline.com di salah satu kios Pasar Gonggang, Sabtu (19/12/2020).

Bu Kamto (48), pemilik dua kios yang didampingi Sri Wahono mengaku bingung, plafon dan pintu dua kiosnya belum terpasang,namun pihak pemborong sudah pergi.

PEMILIK kios Pasar Gonggang terpaksa membawa material kayu dan memasang sendiri untuk plafon dan pintunya.

Yang membuatnya bingung, proyek pasar ini dari Pemerintah Kabupaten Sragen apa hanya seperti ini? Plafon dan pintu harus dipasang sendiri.

Lha kalau begini keadaannya, ya belum bisa ditempati. Kios masih seperti ini, pintu dan plafon suruh pasang sendiri,” gerutu Bu Kamto.

Pasang Sendiri
Pemilik kios Pasar Gonggang lain, Suparno (42), warga Karangudi terpaksa harus memasang plafon dan pintu sendiri.

“Ini terpaksa bawa bahan kayu dari rumah untuk buat plafon dan pintu bekas saya pasang lagi,” tutur Suparno, yang pada 7 November 2020 lalu ikut pertemuan atas undangan Lurah Pasar itu.

baca juga:  Bupati Sragen Menerima Penghargaan Lencana Melati Dari Ketua Kwarnas

Sebelum pasar dibangun, kata Suparno, Lurah Pasar mengatakan bahwa pihak CV Syanur Mandiri tidak membangun plafon dan pintu, karena tidak ada anggaran untuk itu.

Suparno yang mengaku tidak tahu anggaran dari Pemerintah Kabupaten Sragen mempertanyakan, apakah membangunnya seperti ini, plafon tidak ada dan pintu pasang sendiri?

Namun, Suparno hanya bisa pasrah. Dia terpaksa bawa bahan kayu dari rumah untuk plafon.

“Jadi kios belum bisa ditempati, masih melompong begini,” heluh Suparno.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *