Rebut Istri Orang, Oknum Sekdes Katelan Diadukan ke Bupati Sragen

NEWS

Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspirasiline.com

LANTARAN diduga mengganggu keharmonisan rumah tangga dan merebut istri orang lain, P, oknum Sekretaris Desa (Sekdes) Katelan, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen diadukan ke Bupati Sragen.

Aduan itu dilakukan LA, setelah mendapatkan akta cerai dari Pengadilan Agama (PA) Sragen, Agustus 2020 lalu.

Sri Wahono, anggota Formas yang mendampingi LA saat berbincang dengan inspirasiline.com, Minggu (3/1/2021) mengatakan, LA tidak pernah mendapatkan Surat Panggilan Sidang dari PA Sragen, tahu-tahu mendapatkan akte cerai.

“Soal ini akan kami telusuri lebih lanjut,” ujar Sri Wahono, yang dikenal getol membantu wong cilik, setengah kecewa.

Sri Wahono menceritakan, LA menikah dengan SF, Mei 2011 silam. Kehidupan rumah tangga mereka sangat bahagia dan damai, hingga tahun ke sembilan (2020).

Keharmonisan rumah tangga mereka berakhir, setelah diputus sepihak oleh SF di PA Sragen, Agustus 2020 lalu.

Menurutnya, kehidupan rumah tangga LA dan SF sama sekali tidak pernah ada masalah sedikit pun, tidak pernah ada cekcok, tahu-tahu SF mengajukan gugat cerai ke PA Sragen.

Berkenalan
Lebih jauh Sri Wahono menguraikan kronologinya secara singkat. Pada April 2020 lalu, LA berkenalan dengan oknum Sekdes Katelan berinisial P.

Dalam waktu yang sangat singkat, P bertandang ke rumah orangtua SF, mertua LA, di Dukuh Tangen, RT 03, Desa Katelan, Kecamatan Tangen.

Setelah bertandang kali pertama, P menjadi semakin sering bermain ke rumah orangtua SF, yang juga mertua LA itu. LA pun mencium gelagat yang tidak beres, kenapa P justru sering ke rumah orangtua SF? Ada apa, kan baru kenal?

Usut punya usut, ungkap Sri Wahono, ternyata oknum P sudah lama kenal SF. Bahkan saat LA bekerja di Jakarta, P sering bermain di rumah SF. Ternyata P sudah menjalin hubungan dengan SF.

baca juga:  Pasar Weleri Terbakar, Pemkab Siapkan Lokasi Darurat Pedagang

Ternyata dugaan LA benar. Setelah kehadiran P (orang ketiga), SF terpengaruh. Dan pada Juli 2020, SF mengajukan gugat cerai ke PA Sragen, yang divonis putus Agustus 2020 lalu.

“Kapan sidangnya, pihak LA tidak mengerti. Jadi SF resmi menceraikan, tanpa ada masalah apa-apa, karena selama 9 tahun hidup berumah tangga sangat bahagia, damai, tenteram. Singkatnya, pisah tanpa ada masalah apa-apa,” tutur Sri Wahono.

Karena resmi putus hubungan suami-istri, antara LA dan SF, LA berinisiatif mengadukannya kepada Bupati Sragen.

Direspons Bupati
Aduan LA direspons oleh Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Permasalahan ini sekarang berada di Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Tangen, dan dalam pantauan Inspektorat Sragen.

“Selama ini saya merasa hidup rumah tangga yang damai, tenteram, bahagia bersama istri. Sekarang putus karena ada pihak ketiga yang mengganggu. Saya sangat kecewa dengan ulah P itu. Ini perkenalan yang merusak hubungan rumah tangga keluarga orang,” cetus LA kecewa.

“Formas akan mengusut perceraian sepihak yang merugikan LA. Mudah-mudahan nantinya bisa dijadikan pelajaran oleh pihak lain, terutama PA Sragen. Seringkali PA Sragen tidak konsisten. Pernah terjadi istri meninggalkan suami dan.gugat cerai. PA tidak mendengarkan argumentasi pihak suami, langsung mengabulkan gugatan istri. Padahal fakta di lapangan, pihak istri yang tidak benar,” papar Sri Wahono mengakhiri bincang-bincangnya dengan inspirasiline.com, Minggu (3/1/2021).***

Bagikan ke:

4 thoughts on “Rebut Istri Orang, Oknum Sekdes Katelan Diadukan ke Bupati Sragen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *