Atasi Jembatan KA Putus, Bupati Idza Priyanti Langsung Koordinasi Kemenhub

NEWS

Penulis: Abiet Sabariang
BREBES | inspirasiline.com

LANGKAH sigap ditunjukkan Bupati Brebes Hj Idza Priyanti. Begitu menerima laporan terjadinya jembatan kereta api (KA) putus, dia langsung meninjau lokasi.

Bersama pejabat terkait, Bupati tiba di lokasi yang berada di Dukuh Timbang, Desa Tonjong, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, sekira pukul 08.00, Selasa (12/1/2021).

“Saya menerima laporan warga tadi malam. Akibat banjir bandang, salah satu tiang penahan rel kereta api tergerus air, sehingga jembatannya ikut roboh,” katanya.

KONDISI jembatan kereta api (KA) di Dukuh Timbang, Desa Tonjong, Kecamatan Tonjong yang putus setelah tiang penyangga roboh akibat diterjang banjir bandang, Senin (11/1/2020) malam.

Untuk mengatasi hal tersebut, Bupati Idza segera berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) guna melakukan perbaikan jembatan.

“Kami sudah melaporkan kejadian kepada Kemenhub selaku pemilik kewenangan, nantinya pelaksanaan tugas akan dilakukan PT KAI Daop V Purwokerto untuk melakukan perbaikan sesegera mungkin,” ungkapnya.

Melihat situasi yang terus hujan, Idza mengimbau kepada warga untuk tidak mendekati lokasi kejadian. Terlebih saat dilakukan perbaikan, agar tidak mengganggu dan tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Warga kalau hendak menonton dari kejauhan saja,” tutur Bupati Isza.

BUPATI Hj Idza Priyanti meninjau langsung kondisi jembatan kereta api (KA) di Dukuh Timbang, Desa Tonjong, Kecamatan Tonjong yang putus, didampingi Kepala Dinas Perhubungan Brebes Johari dan sejumlah pejabat terkait.

Kepala Dinas Perhubungan Brebes Johari mengungkapkan, jembatan yang putus merupakan jembatan lama tapi masih digunakan. Umurnya sudah lebih dari 100 tahun.

“Jembatan kereta yang putus ini berada di Km 305/56, tepatnya di atas Sungai Glagah. Putusnya akibat salah satu pilar jembatan setinggi 22 meter, roboh tergerus air sungai saat terjadi banjir kemarin malam,” terangnya.

Akibatnya, Johari menambahkan, badan jembatan dari kerangka besi penyangga rel sepanjang 50 meter ini jatuh ke sungai. Jembatan ini hanya menyisakan rel yang menggantung di atas sungai.

“Ada dua jembatan yang berada di atas Sungai Glagah. Satu jembatan masih dalam kondisi baik dan dibangun pada saat pelaksanaan double track, beberapa tahun lalu,” jelasnya.

baca juga:  Camat Klambu Grobogan, Rustamaji : Utamakan Komunikasi dan Koordinasi

Johari mengatakan, jembatan satunya masih tergolong baru dan akan segera diujicoba untuk perjalanan kereta api jurusan Jakarta-Surabaya.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *