Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspirasiline.com
SERANGAN tawon vespa kembali meresahkan warga di Pasar Proliman, Desa Gading, KecamatanTanon, Kabupaten Sragen. Tawon vespa itu bersarang di genteng musala pasar.
Informasi yang diterima inspirasiline.com, sudah banyak warga dan pengunjung pasar yang terkena sengatan saat salat di musala.
“Tadi barusan ada warga pengunjung pasar disengat tawon vespa. Ada ratusan tawon terlihat menyebar di lokasi pasar. Beberapa warga yang mendekat musala, tempat tukang pandai arit dan pacul ada yang disengat lebah ini. Mohon segera ditanggapi,” tulis Rika dalam akun FB miliknya.
Pantauan inspirasiline.com di Pasar Proliman, memang benar sarang tawon raksasa itu berada di genteng musala. Keberadaan sarang yang diperkirakan dihuni ratusan tawon itu memang membahayakan warga dan pengunjung pasar.
Salah satu pedagang Pasar Proliman mengatakan, sudah ada beberapa warga pengunjung pasar diserang tawon vespa di dekat musala.
“Iya, sudah ada. Maunya ada yang segera mengevakuasi. Kemarin sudah diomongkan sama pihak pengelola pasar, katanya mau dilaporkan ke pihak pemadam, tapi sudah beberapa hari sampai saat ini tidak datang,” ujarnya tanpa menyebut nama, Rabu (13/1/2021).
Korban Sengatan
Menurutnya, sudah ada beberapa pedagang pasar jadi korban sengatan kawanan tawon vespa.
“Sudah ada yang disengat. Kemarin tukang pandai arit dan pacul dikroyok tawon, tadi mbah kakung ini yang disengat. Ini sudah mubal tawonnya, takut ada korban disengat tawon lagi di pasar sini,” ungkapnya sambil menunjuk lelaki tua yang disebut “mbah kakung” itu.
Serangan tawon vespa tak bisa dipandang sebelah mata. Catatan inspirasiline.com, tawon vespa sudah beberapa kali menyerang dan merenggut korban.
Seperti tahun lalu, nasib malang dialami seorang nenek bernama Ngatinem (55), warga Dukuh RT 8, Desa Tenggak, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen meninggal karena disengat tawon vespa.
Mbah Ngatinem tewas setelah tersengat tawon vespa saat mencari rebung atau bambu muda yang berada tidak jauh dari rumahnya, pada 1 Desember 2018 lalu.
Kejadian bermula saat Ngatinem yang tinggal di perkampungan ingin memasak sayur rebung, untuk dimakan bersama anggota keluarganya.
Saat itulah Ngatinem pergi ke kebun, yang tidak jauh dari tempat tinggalnya. Saat mencari rebung tersebut, dia malah terserang sekawanan lebah, atau masyarakat menyebutnya dengan “tawon usuk”.
Sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tak terselamatkan.***
