Sejak 2013, Pemkab Sragen Sudah Rutin Bantu Mbah Kadiyem

INSPIRASIANA

Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspirasiline.com

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Sragen melalui Dinas Sosial (Dinsos) Sragen telah rutin menyalurkan bantuan kepada Mbah Kadiyem alias Dasir (80), warga Dukuh Jenar RT 01, Desa Jenar, Kecamatan Jenar sejak 2013 hingga sekarang.

Demikian disampaikan Kepala Dinsos Sragen Joko Saryono saat meninjau langsung tempat tinggal Mbah Kadiyem, bersama Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Dinsos Provinsi Jawa Tengah melalui Panti Raharjo Sragen Wadyo Basuki dan Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) Jenar Aminudin, Senin (18/1/2021).

KEPALA Dinas Sosial Sragen Joko Saryono memberikan keterangan pers usai meninjau langsung tempat tinggal Mbah Kadiyem, bersama sejumlah pejabat terkait, Senin (18/1/2021).

Terkait pemberitaan yang viral di media Sosial (medsos), Joko Saryono menegaskan bahwa Mbah Kadiyem sudah mendapat perhatian dari pemkab sejak 2013.

“Jadi pemerintah sudah hadir sejak tahun 2013 untuk membantu keluarga Mbah Kadiyem. Selama ini bantuan pemerintah sudah mengalir ke keluarga itu, yakni beras miskin (raskin) atau beras sejahtera (rastra) tahun 2013-2018. Bantuan itu kemudian berganti nama menjadi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sejak 2019 sampai sekarang. Bantuan Jaminan Sosial Lanjut Usia dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), juga diterima mereka pada 2014,” paparnya.

Selain itu, ada juga bantuan Jaminan Sosial Penyandang Cacat dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang diberikan pada 2016-2018, pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada 2017, bantuan sembako 2017-2018, dan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) disabilitas tahun 2019 hingga sekarang.

“Bantuan yang terus mengalir ke keluarga Mbah Kadiyem berupa BPNT senilai Rp 200.000 per bulan, sembako, dan PKH senilai Rp 1,8 juta per tahun. Tidak hanya itu, kepedulian tetangga juga masih ada,” jelasnya.

Mantan sekretaris dewan itu menambahkan, rumah yang ditempati Mbah Kadiyem bersama anaknya, Ngadiman (36) adalah tanah milik warga, hasil koordinasi dengan kepala desa dan ketua RT setempat.

baca juga:  Layanan Air Bersih Jenar-Tangen Mulai Diujicobakan

“Dulu rumahnya jauh, menempati tanah kas desa. Kemudian akhirnya dari pemerintah desa dan warga memindahkan di sini, karena lokasi dekat dengan permukiman warga dan ini bukan Perhutani,” tuturnya.

Cukup Terjamin
Sementara Kepala UPT Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Pelayanan Sosial Disabilitas Intelektual Raharjo Sragen Wadyo Basuki mengatakan, Mbah Kadiyem sudah masuk ke Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Secara regulasi, dia cukup terjamin, atau secara reguler rutin cukup terjamin.

“Sebetulnya pemerintah sudah hadir. Kalau kita lihat sekarang ini adalah bantuan RTLH dan sudah terwujud. Jadi tidak benar kalau dikatakan pemerintah belum hadir dan pemberitaan yang sebelumnya ditulis itu tidak ditulis lengkap,” ujar Wadyo.

Bahkan, Pemkab Sragen berencana datang kembali ke tempat tinggal Mbah Kadiyem untuk memastikan apakah keluarganya mau atau tidak jika Mbah Kadiyem dirawat di panti. Kalau keluarga tidak mau, Wadyo mengatakan, tidak akan memaksa, mengingat masih ada anaknya yang bersedia merawat di rumah.

“Jadi nanti apabila bersedia, Mbah Kadiyem segera kami bawa dulu ke Rumah Sakit Jiwa di Solo. Sedangkan Ngadiman nanti dirawat saudaranya. Setelah Mbah Kadiyem sehat psikisnya, baru dilakukan penanganan lebih lanjut,” terangnya.

Terkait jaringan listrik, Unit Pelayanan Jaringan (UPJ) PLN Sragen sudah memasang jaringan listrik untuk rumah Mbah Kadiyem dengan daya 450 watt.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *