Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspirasiline.com
BUPATI Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati meminta aparatur sipil negara (ASN) menunjukkan dedikasi dan loyalitas.
Permintaan itu disampaikan Yuni, sapaan akrab Bupati Sragen ketika menyerahkan Petikan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi Tahun 2019 secara simbolis kepada 619 CPNS di Gedung Sasana Manggala Sukowati (SMS) Sragen, Selasa (26/1/2021).
Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sragen Sutrisna mengatakan, seluruh CPNS di Kabupaten Sragen berasal dari berbagai daerah, baik dalam Kabupaten Sragen maupun luar Provinsi Jawa Tengah.
Dengan rincian formasi tenaga kependidikan sebanyak 368 orang, tenaga teknis lainnya sebanyak 81 orang, dan tenaga kesehatan sebanyak 170 orang.
“Memang didominasi oleh saudara-saudara kita dari Kabupaten Sragen sebanyak 342 orang, kabupaten tetangga mendominasi di antara kabupaten/kota yang lain. Dari Karanganyar ada 83 orang, Ngawi 37 orang, Boyolali 32 orang, Sukoharjo 25 orang, Solo 16 orang, Klaten 9 orang, dan Wonogiri 3 orang,” urainya.
Sementara paling jauh dari Pontianak Tenggara 1 orang, Musi Banyuasin 1 orang, serta dari DKI Jakarta 2 orang.
Sebagai pejabat pembina kepegawaian Kabupaten Sragen, dalam arahannya, Yuni bersyukur bisa mendapatkan 619 pegawai baru, sehingga bisa segera menunjukkan dedikasinya dalam menjalankan tugas sebagai pelayan publik.
“Selamat dan saya yakin saudara-saudara adalah orang pilihan dan terbaik untuk menjalankan amanah dan tugas sebagai pelayan publik. Karena itu saya berharap, CPNS hendaknya terus meningkatkan dan menunjukkan kualitas diri, untuk selalu berkomitmen dan berintegritas serta tanggung jawab profesi sebagai CPNS,” ungkapnya.
Yuni selalu menekankan agar ASN di Kabupaten Sragen berbeda dari daerah lain. Menurutnya, iklim ASN di Sragen adalah iklim yang sehat.
“Karena di sini jelas jenjang karirnya ada, dan saya tidak pernah memilih orang berdasarkan suka atau tidak suka untuk ditempatkan di jabatan tertentu,” tegas Yuni.
“Jenjang karir jelas, sepanjang kalian bisa bekerja dengan baik, tunjukkan potensi diri secara maksimal. Pasti lebih jauh pecutannya dibanding ASN yang sudah bertahun-tahun lalu,” lanjutnya.
Tidak hanya itu, ada empat kewajiban yang ditekankan setelah menjadi ASN. Pertama, ASN harus bisa menjadi agen perubahan dan teladan yang baik pada instansi.
Kedua, ASN yang peduli dengan setiap program pemerintah dan bermasyarakat.
“ASN wajib tahu apa program pemerintah, dan sampaikan kebenarannya. Harus menjadi corong pemerintah, jangan jadi provokator dan memperkeruh suasana. Setiap ASN wajib menjadi hubungan masyarakat (humas) pemerintah untuk masyarakat,” ujar orang nomor sata di jajaran Pemkab Sragen ini.
Ketiga, lakukan yang terbaik di tempat kerja masing-masing. Mulai dari skill, melakukan inovasi, dan menggali potensi diri sendiri.
Keempat adalah loyalitas. Sesuai dengan apa yang telah diucapkan ASN saat dirinya diambil sumpah.
“Jangan sampai pulang ke rumah sebelum waktunya pulang. Jangan ada lagi yang sedikit-dikit minta pindah kembali ke asalnya,” pesan Yuni mewanti-wanti.
“Seorang abdi negara dilahirkan di Indonesia, ditempatkan, diberikan kemudahan adalah milik bangsa ini. Maka berikan yang terbaik untuk bangsa ini,” tandasnya.***

La mejor aplicación de control parental para proteger a sus hijos – monitoriza en secreto GPS, SMS, llamadas, WhatsApp, Facebook, ubicación. Puede monitorear de forma remota las actividades del teléfono móvil después de descargar e instalar apk en el teléfono de destino.