Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspirasiline.com
SUNGAI Mungkung dan Sungai Garuda yang bermuara di Sungai Bengawan Solo wilayah Sragen meluap setelah hujan deras dengan durasi lama, Minggu (14/2/2021).
Luapan Sungai Mungkung menggenangi permukiman wilayah Dukuh Wirun, Desa Sidoharjo dan Dukuh Mungkung, Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo. Kemudian Desa Saradan hingga Kedungwaduk, Kecamatan Karangmalang serta Desa Dawungan dan Krebet, Kecamatan Masaran.
Sedangkan luapan Sungai Garuda menggenangi wilayah Desa Tangkil, Kelurahan Karangtengah dan Kelurahan Sragen Tengah, Sragen.

Tim SAR gabungan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen masih melakukan asessmen mulai pukul 17.00.
Sekretaris SAR Poldes Masaran Tri Setyawan memantau dampak Sungai Mungkung yang meluap di sisi selatan. Dia mencatat beberapa rumah warga Dawungan, Masaran juga sudah tergenang air.
Selain itu, Tri Setyawan menyebut Jembatan Kedung Waduk juga tidak kelihatan karena tertutup arus Sungai Mungkung. Dampaknya, akses dua dukuh wilayah Kedungwaduk itu terputus, karena tertutup arus sungai.
“Kemudian wilayah Wirun, Sidoharjo dan Mungkung, Jetak juga sudah tergenang dan air sudah masuk rumah. Semua masuk bantaran Sungai Mungkung,” ujarnya.
Perangkat Desa Jetak, Suripto kepada inspirasiline.com, Minggu (14/2/2021) petang menyampaikan, di Dukuh Mungkung ada tiga RT yang tergenang air akibat luapan Sungai Mungkung. Wilayah tergenang, yakni RT 001 hingga RT 003.
Ketinggian air sudah memasuki rumah warga.
“Dari laporan yang masuk, ketinggian air 30-50 cm. Air sudah masuk 25 rumah warga,” ujarnya.
Kepala Desa Tangkil Suyono memantau perkembangan Sungai Garuda lewat aplikasi early warning system (EWS) Karanglegi.
Dari pantauan kamera closed circuit television (CCTV) itu, Suyono menyampaikan, Sungai Garuda meluap dan air sudah masuk ke permukiman wilayah Dukuh Karang, Kerisan, Karanglegi, dan Tangkil. Namun, Suyono belum mendapat laporan apakah ketinggian air sudah masuk rumah warga atau belum.
Wakil Ketua SAR Formasi Sragen Muhammad Nur Aji Shodiq mengatakan, luapan Sungai Garuda sudah masuk ke permukiman warga Ngepringan, Karangtengah dan Kampung Pecing, Sragen Tengah.
Muhammad Nur Aji menjelaskan, volume air terus naik tapi belum ada yang masuk rumah hingga pukul 18.00.
“Di Craken, Krebet, Masaran juga kebanjiran dengan ketinggian air sampai satu meter. Di Waduk Blimbing, Sambirejo juga meluap ke jalan,” katanya.
Kepala Pelaksana BPBD Sragen Sugeng Priyono mengatakan, sudah menerjunkan Satgas BPBD bersama tim SAR gabungan lainnya untuk evakuasi korban banjir.***

Możesz także dostosować monitorowanie dla niektórych aplikacji i natychmiast rozpocznie regularne przechwytywanie migawek ekranu telefonu. https://www.mycellspy.com/pl/tutorials/how-spy-app-remotely-monitor-someone-phone-activity/