Pimpin DPC PKB Sragen, KH Fahrudin Amir Thoha-KH Budi Ridwani Tuai Penolakan

NEWS

Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspirasiline.com

KETERPILIHAN KH Fachrudin Amir Thoha sebagai Ketua Dewan Syuro dan KH Budi Ridwan sebagai Ketua Tanfidz Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Sragen periode 2021-2025 membuat sejumlah Pengurus Anak Cabang (PAC) PKB yang ada di Kabupaten Sragen tidak puas dan meminta keputusan ditunda.

Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PKB Sragen digelar Sabtu (6/3/2021), di Sekretariat DPC Sragen, dihadiri Pengurus PAC dan utusan Badan Otonomi serta sejumlah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU).

ANGGOTA DPR RI dari Fraksi PKB, Lilik Nur Hamidah saat dimintai tanggapannya oleh inspirasiline.com di Pasar Bahulak, Desa Karungan, Kecamatan Plupuh, Minggu (7/3/2021).

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Luluk Nur Hamidah yang dimintai tanggapannya tentang kemelut hasil Muscab PKB Sragen saat menghadiri Deklarasi Desa Karungan sebagai Desa Pancasila dan Pasar Banyak sebagai Pasar Gotong Royong, Minggu (7/3/2021) mengatakan, keputusan apa pun tidak bisa memuaskan semua pihak.

“Hasil Muktamar PKB di Bali, beberapa tahun lalu bahwa keputusan PAC dan Badan Otonomi mengusulkan, yang memutuskan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB dan itu sudah disetujui semua cabang seluruh Indonesia. Ya nanti pengurus lama disowani pengurus baru. Kalau saya diminta menemani, ya saya temani,” ujarnya seraya menambahkan, semua itu sebagai penyegaran. “Menjadi ketua kalau kelamaan ya tidak baik, Ketua DPC PKB Sragen ini sudah 13 tahun. Lha ini diganti baru, biar fresh,” lanjutnya.

Ketua Fraksi PKB DPRD Sragen Fathurrahman yang dimintai tanggapannya saat mendampingi Luluk Nur Hamidah di Pasar Bahulak, Minggu (7/3/2021) menjawab singkat, “Bu Luluk saja sudah cukup,” ujarnya.

Sementara Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sragen dari PKB, Muslim mengatakan, Muscab PKB sudah sesuai AD/ART.

Tujuh PAC
Ada 7 perwakilan PAC yang menolak hasil Muscab DPC PKB Sragen, Sabtu (6/3/2021), yakni PAC Kalijambe, Ngrampal, Kedawung, Gondang, Gemolong, Karangmalang  dan PAC Sragen sendiri, serta sayap partai Perempuan Bangsa. Mereka menuntut hasil Muscab PKB Sragen ditunda dan dibatalkan.

Pengurus PAC Kalijambe, Haji Sastro Dikromo secara tegas menolak hasil Muscab PKB Sragen dan meminta DPP maupun DPW untuk menundanya.

“Intinya kami menolak hasil Muscab, karena tidak mengakomodir usulan dari bawah, sehingga sikap demokrasi telah dihilangkan,” tegas Haji Sastro Dikromo.

Senada, Ketua Perempuan Bangsa PKB Sragen Indah Sri Udanti menilai, PKB bukan pondok pesantren, tapi sebuah partai politik yang harus dipegang mereka yang berpengalaman dan mampu merangkul semua elemen masyarakat dalam mendongkrak suara partai.

Apalagi, menurutnya, pengurus baru ini tidak pernah merasakan pahit-getirnya perjuangan membesarkan partai dari nol hingga bisa melahirkan 7 kursi di DPRD kabupaten, DPRD provinsi, DPR RI, hingga mendudukkan kadernya menjadi wakil bupati.

“Tapi ini tahu-tahu mereka yang dinilai tidak tahu soal perjuangan membesarkan partai, malah dipilih dan menyingkirkan orang-orang lama,” beber Indah.

Mantan Ketua DPC PKB Sragen, Mukafi Fadli yang dihubungi melalui ponselnya mengatakan, secara pribadi sangat ikhlas melepas jabatannya sebagai ketua partai. Hanya saja, diya merasa ada ganjalan dalam suksesi kepemimpinan di DPC PKB Sragen.

Pasalnya, semula PAC sebagai perwakilan kader di tingkat bawah yang diberi keleluasaan dalam mengusulkan nama, akhirnya malah tidak diakomodasi. Padahal kader di tingkat bawah yang berjuang berdarah-darah membesarkan partai, dari suara 23 ribu menjadi 87 ribu, hingga saat ini PKB sebagai partai rangking dua di Sragen. Seharusnya dalam proses pergantian, semua kader di tingkat bawah diajak bicara dalam pembentukan pengurus yang baru.

“Jangan sampai pergantian pengurus ini menggunakan politik belah bambu, di mana yang satu diangkat yang satu diinjak hingga menimbulkan perpecahan di partai,” ungkap Mukafi Fadli yang juga anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah.

Ketua DPC PKB yang baru, KH Budi Ridwan yang biasa dipanggil Gus Budi sampai berita ini diturunkan belum bisa dihubungi.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *