Anggota DPR RI Luluk Nur Hamidah Apresiasi Perdes Perlindungan Satwa Pasar Bahulak

NEWS

Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspirasiline.com

ANGGOTA Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Luluk Nur Hamidah terkesan dan mengapresiasi Peraturan Desa (Perdes) Karungan, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen yang melindungi satwa, terutama burung-burung di Pasar Bahulak.

Hal itu disampaikan kepada wartawan seusai menghadiri Deklarasi Desa Karungan sebagai Desa Pancasila dan Pasar Bahulak sebagai Pasar Gotong Royong, Minggu (7/3/2021).

FOTO bareng seusai Deklarasi Desa Karungan sebagai Desa Pancasila dan Pasar Bahulak sebagai Pasar Gotong Royong, Minggu (7/3/2021).

Deklarasi Desa Karungan sebagai Desa Pancasila dan Pasar Bahulak sebagai Pasar Gotong Royong yang diprakarsa Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) juga dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Joko Suratno dan Camat Plupuh Sumarno.

Pagi sebelum acara, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati beserta Forum Komunikasi PImpinan Daerah (Forkopimda) dan sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sudah terlebih dulu datang ke Pasar Bahulak dalam acara gowes bareng.

ANGGOTA DPR RI, Luluk Nur Hamidah dan Direktur Advokasi dan Kerjasama Desa Kemendes PDTT Fachri Labalado saat melihat warung tradisional di Pasar Bahulak sambil minum es cintai hitam, Minggu (7/3/2021).

Direktur Advokasi dan Kerjasama Desa Kemendes PDTT Fachri Labalado dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada anggota DPR RI, Luluk Nur Hamidah dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen yang sudah nyengkuyung Program Pemerintah Desa (Pemdes) Karungan, sehingga berdiri Pasar Bahulak yang mengakomodasi semua elemen masyarakat.

“Semoga Program Pemdes Karungan ini bisa menjadi barometer desa lain di seluruh Indonesia. Karena Pasar Bahulak ini menjadi contoh untuk nguri-uri adat istiadat dan budaya di daerah. Dan ini perlu dilestarikan untuk memupuk jiwa Pancasila masyarakat Indonesia,” ujar Fachri, bersemangat.

Luluk Nur Hamidah dalam memberikan sambutan maupun saat ditemui wartawan usai acara mengayakan sangat bangga, karena Pemdes Karungan mampu memelihara tradisi dan bahkan menyediakan ruang laktasi.

“Sebab, di beberapa kota besar dengan gedung yang megah, tempat rekreasi yang sangat indah, belum semuanya menyediakan ruang khusus yang sangat dibutuhkan wanita menyusui itu,” ujarnya.

Disinggung tentang jalan Pasar Bahulak supaya lebih nyaman, Luluk Nur Hamidah mengatakan, kalau jalan dan bangunan dibikin bagus, apa bedanya dengan yang lain.

“Ini untuk menciptakan memori kolektif. Singapura sekarang kehilangan masa lalu, maka dibuat museum-museum kecil untuk mengenang masa lalu. Jadi konsep pembangunan Pasar Bahulak ini untuk mengenalkan pada anak cucu tentang kehidupan masa lalu. Supaya masyarakat Indonesia tidak kehilangan jatidirinya. Begitu… Bapak dan Mas Wartawan,” paparnya sambil berkelakar.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *