Sragen Sementara Tetap Laksanakan Pembelajaran Daring

EDUKASI

Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspirasiline.com

KEGIATAN belajar-mengajar (KBM) di Kabupaten Sragen untuk sementara masih tetap menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring (online).

Hal itu tertuang dalam Instruksi Bupati (Insbup) Sragen No.360/109/038/2021 tentang Pelaksanaan Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro yang dimulai dari tanggal 9 sampai 22 Maret mendatang.

Dalam Insbup yang ditandatangani Bupati Sragen tanggal 8 Maret 2021 itu, ditegaskan bahwa KBM tetap digelar secara daring.

BUPATI Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sragen Suwardi yang dihubungi inspirasiline.com melalui ponselnya, Kamis (11/3/2021) terkait kelanjutan pembelajaran tatap muka (PTM) mengatakan, akan mengikuti Insbup tersebut dan PTM dilaksanakan menunggu petunjuk lebih lanjut.

“Walau orangtua siswa sudah pada mengeluh, kami harus mengikuti Insbup dan menunggu petunjuk lebih lanjut. Bukankah semua untuk kebaikan kita semua. Ya sabar. InsyaAllah badai pasti berlalu,” ujar Suwardi sambil berkelakar.

KORWILDIKCAM Plupuh Darohman.

Sebenarnya, kata Suwardi, semua jajaran Disdikbud sudah siap menggelar PTM, tapi kita kembalikan pada peraturan dan kebijakan yang di atas.

“Kami sudah merespons keluhan orangtua, baik anaknya yang di TK, SD, maupun SMP. Namun demikian, kami tidak mampu berbuat banyak. Ya itu tadi, karena adanya peraturan dan kebijakan pemerintah,” tandasnya.

Terpisah, Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan (Korwildikcam) Plupuh Darohman didampingi Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) yang juga Kepala SD Negeri Plupuh 2 Samiyono dan Kepala SDN Sambirejo 3 Hj Mulyati mengatakan, tetap melaksanakan PJJ secara daring.

“Sebetulnya kasihan bapak-ibu guru harus terus keliling memantau anak-anak dan melaksanakan pembelajaran per kelompok ke rumah orangtua/wali murid sampai ke pelosok desa, yang jalannya pun tidak nyaman. Belum lagi musim hujan seperti ini. Tapi ya harus bagaimana lagi. Saya sebenarnya prihatin dengan anak-anak yang sekarang sudah pada kecanduan game. Beda dengan PTM, bapak-Ibu guru bisa mengarahkan langsung. Mungkin ini yang dinamakan musibah,” ungkap Darohman, diamini oleh Samiyono dan Hj Mulyati.

baca juga:  Livia Tri Wulandari Juara Lomba Daring SMP Negeri 1 Manyaran

Dia berharap, pengawasan warnet dan game online harus lebih maksimal.

“Walaupun sudah ada aturannya, tapi realitanya anak-anak sangat sulit dicegah oleh orangtuanya,” keluh Samiyono.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *