Pelatihan Tata Boga Tingkatkan SDM Penyandang Disabilitas

EDUKASI

Penulis: Budhy HP | Editor: Dwi NR
TEMANGGUNG | inspirasiline.com

Pelatihan tata boga ini bertujuan agar penyandang disabilitas memiliki kemampuan mandiri, baik secara ekonomi maupun sosial, dengan menguasai keterampilan pembuatan kue sampai cara pemasarannya.
TIM instruktur dari Surabaya Hotel School (SHS) memberikan peragaan proses pembuatan kue kering pada pelatihan tata boga di BBRSPDI Kartini Temanggung.

BALAI Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Intelektual (BBRSPDI) Kartini Temanggung bekerjasama dengan Surabaya Hotel School (SHS) menggelar pelatihan tata boga bagi penyandang disabilitas intelektual dan pendamping.

Melalui pelatihan keterampilan membuat aneka kue kering ini, diharapkan para penyandang disabilitas maupun pendamping memiliki kemampuan untuk mengaktualisasikan diri dalam pemberdayaan ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada orang lain.

Pelatihan berlangsung selama lima hari, 7-11 April 2021 di Aula BBRSPDI Kartini Temanggung. Kegiatan ini merupakan kepedulian dari SHS terhadap masyarakat, khususnya terhadap penanganan masalah kesejahteraan sosial sebagaimana diamanatkan Menteri Sosial Tri Risma Harini agar lembaga sosial melakukan inovasi peningkatan SDM.

INSTRUKTUR Balai Satria Baturraden, Lidia (kanan) tengah memberikan bimbingan kepada penerima manfaat untuk membuat kue kastengel dari proses awal sampai mencetak kue dan memanggangnya.

Peserta pelatihan berasal dari Unit Pelaksana Teknis Kemensos Wilayah Jawa Tengah, di antaranya BBRSDI Kartini Temanggung, Balai Besar Soeharso Surakarta, Balai Antasena Magelang, Balai Margo Laras Pati, Balai Satria Baturraden, Alumni Penerima Manfaat, serta para pembimbing.

Kepala BBRSPDI Kartini Temanggung Wena Sitepu mengatakan, penyelenggaraan pelatihan keterampilan merupakan realisasi dari kebijakan Kemensos untuk meningkatkan SDM, baik bagi pendamping, instruktur pada Unit Pelaksana Teknis, maupun para penerima manfaat, serta alumni penerima manfaat.

“Untuk penyiapan SDM yang mandiri melalui sentra kreasi atensi, Ibu Menteri Sosial menyiapkan kerjasama antara Surabaya Hotel School dengan BBRSPDI Kartini Temanggung, dengan menyelenggarakan pelatihan tata boga. Tujuannya agar penyandang disabilitas memiliki kemampuan mandiri, baik secara ekonomi maupun sosial, dengan menguasai keterampilan pembuatan kue sampai cara pemasarannya,” terang Wena Sitepu.

PRAKTIK pembuatan kue kering secara berkelompok untuk mendapatkan pemahaman yang sama mengenai cara membuat kue sesuai resep yang diajarkan tim Surabaya Hotel School (SHS).

Surabaya Hotel School (SHS) adalah lembaga pelatihan kerja swasta perhotelan yang berorientasi pada pasar kerja dan pengembangan teknologi melalui pendekatan sosial ekonomi yang bernuansa investasi SDM yang menghasilkan nilai lebih. Jurusan ini mempelajari dan melatih keterampilan di bidang Restoran, Bar, Kantor Depan, Tata Graha, Binatu, Tata Boga, Patiseri, Kasir, dan Manajemen Hotel.

baca juga:  Wabup Sragen Dedy Endriyatno Minta Siswa Jadi Agen Prokes

Direktur Eksekutif SHS Bagus Supomo mengatakan, pelatihan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial SHS untuk ikut serta meningkatkan keterampilan dan kemampuan mengelola usaha mandiri. Bagi para pendamping dan instruktur, tentunya materi pelatihan akan menjadi bahan ajar kepada penerima manfaat di wilayah kerjanya.

“Kami sudah lebih dari sepuluh tahun diminta Bu Risma Mensos (dulu Wali Kota Surabaya –red) untuk memberikan pelatihan keterampilan, supaya balai-balai rehabilitasi bisa memproduksi dan menjual hasil keterampilan untuk peningkatan kesejahteraan para penerima manfaat,” papar Bagus Supomo.

Sementara anggota tim SHS, Kristiningsih mengatakan, kurikulum pelatihan selama lima hari di Temanggung cukup padat dan lengkap seputar pengetahuan maupun praktik pembuatan kue. Di antaranya adalah cokelat cookies, jahe cookies, nastar premium, kastengel, kue kacang, semprit, lunpia, bidara keju, dan titamisu.

Lidia, seorang peserta dari Balai Satria Baturraden mengatakan, materi pelatihan sangat bermanfaat bagi para instruktur.

“Berbagai makanan ringan ini dibutuhkan masyarakat, utamanya menjelang Lebaran. Maka nantinya, materi ini akan menjadi bahan bimbingan kepada para penerima manfaat agar mereka mampu meningkatkan kualitas hidupnya secara mandiri,” ujarnya.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *