Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspirasiline.com
ANGKA kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Sragen kelompok lanjut usia (lansia) menempati urutan teratas.
Berdasar fakta tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen mempercepat vaksinasi terhadap lansia, salah satu upaya yang dilakukan adalah mengantar dua lansia vaksinasi akan mendapatkan reward satu vaksin.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen Hargiyanto mengatakan, angka kematian lansia cukup tinggi, sehingga perlu percepatan vaksinasi lansia.

Program yang dilaksanakan untuk percepatan ini, yakni mendorong warga mengantar orangtuanya, atau kakek nenek untuk suntik vaksin.
Bagi mereka yang mengantar dua lansia vaksinasi, pemkab akan memberikan reward atau penghargaan warga tersebut dengan penyuntikan vaksin Covid-19. Dengan syarat ber-KTP Sragen dan usia di atas 18 tahun dan kurang dari 50 tahun.

“Dulu mungkin mau datang sendiri nggak bisa, sehingga perlu pendatang lansia. Makanya kita ada program satu bawa orang lansia untuk yang di bawah 50 tahun,” ungkap Hargiyanto saat ditemui inspirasiline.com di ruang kerjanya, Senin (14/6/2021).
Selain itu, DKK Sragen juga membuka program vaksinasi bagi pralansia usia 50-60 tahun, dengan syarat datang ke Kantor Unit Pelayanan Terpadu Penanggulangan Kemiskinan (UPTPK) Sragen dengan cukup membawa KTP.
Menurutnya, program itu diharapkan juga memantik warga lansia untuk segera melakukan vaksinasi. Di sisi lain, realita banyak usia pralansia sudah komorbid diharapkan bisa diturunkan ketika mereka sudah menerima vaksin.
“Vaksinasi di UPTPK itu sangat mudah, tanpa pendaftaran, cukup bawa KTP. Di samping itu pralansia, juga komorbid, maka prioritaskan lansia mulai pralansia,” jelasnya.
Khusus Kecamatan Plupuh, 309 kasus Covid-19, rinciannya PP 2, kontak erat 19,dirawat 10, sembuh 265, dan meninggal dunia 13 orang.
Kepala Puskesmas Plupuh 1 dr Abdul Azis yang dihubungi inspirasiline.com, Senin (14/6/2021) mengatakan, hari ini memvaksin 61 orang, rinciannya lansia 53, guru 2, dan pelayan publik 6 orang.
Sementara jadwal vaksinasi Puskesmas Plupuh II, Rabu-Kamis (16-17/6/2021), dengan target lansia 80, guru 80, dan pelayan publik.
Disinggung tentang tambah/turun kasus Covid-19 di Kecamatan Plupuh, Kepala Puskesmas Plupuh II dr Paryanti mengatakan, sampai hari ini di wilayah kerja Puskesmas Plupuh 2 tidak ada tambahan kasus Covid-19.
“Alhamdulillah, sampai hari ini tidak ada tambahan, Pak,” ujarnya singkat.
Terpisah, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan, angka kematian akibat Covid 19 di Sragen mencapai 5,6 persen. Sementara angka kesembuhan masih jauh di bawah angka rata-rata nasional.
Oleh sebab itu, perlu segera membentuk herd immunity (kekebalan kelompok), salah satu upayanya dengan percepatan vaksinasi.
“Kemudian mempercepat herd immunity. Semua vaksin yang ada, kejar terus. Kita punya 25 ribu lebih vaksin dosis pertama dan kedua. Untuk mengejar herd immunity, suntikan pertama. Masuk dosis kedua, kita minta lagi agar semua cepat mendapatkan,” ujarnya.
Data di DKK Sragen, cakupan vaksinasi Sragen sudah 31 persen dihitung dari target sasaran pelayan publik, nakes, dan lansia.
Namun demikian, jika dihitung dari jumlah penduduk Kabupaten Sragen, maka capaian vaksinasi Covid-19 di Bumi Sukowati baru sekitar 5 persen.
Sementara sampai Senin (14/6/2021), total kasus positif Covid-19 di Sragen sudah mencapai 8.402 kasus. Rinciannya, 689 masih dirawat, 7.237 pasien sembuh, dan 467 meninggal dunia. Sedang jumlah total warga yang meninggal sudah mencapai 570 orang.***
