Penulis: Supriyani | Editor: Dwi NR
SUKOHARJO | inspirasiline.com
PENERIMAAN Peserta Didik Baru (PPDB) secara online jenjang SMP telah usai. Siswa yang sudah diterima masuk di sekolah yang dituju, sudah mendaftar ulang sesuai jadwal dan setelah itu tinggal menunggu tanggal masuk tahun ajaran baru.
Bagi sekolah yang sudah terpenuhi kuota rombongan belajar (rombel)-nya, tentu sudah merasa lega. Namun masih ada beberapa sekolah, utamanya yang berada di daerah pinggiran, yang hingga kini masih belum terpenuhi kuotanya.
Tiap musim PPDB, sejumlah SMP negeri diketahui selalu menjadi langganan kekurangan peserta didik. Sebaliknya, sekolah yang berada di perkotaan seperti Sukoharjo, Grogol, dan Kartasura justru diserbu pendaftar, sehingga mereka harus bersaing untuk berebut kursi sebagai siswa baru.
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupatan Sukoharjo Warsini menyebutkan, sedikitnya ada 10 SMP negeri yang dalam PPDB online tahun ajaran 2021/2022 masih kekurangan murid alias kuotanya belum terpenuhi.
Kepada sekolah-sekolah itu, Warsini menyarankan untuk membuka PPDB secara offline hingga kuota calon siswa baru terpenuhi. PPDB tahap kedua dibuka mulai 2 Juli dan mereka yang diterima langsung daftar ulang pada 2-5 Juli.
Hingga masa pendaftaran ulang ditutup, masih ada 10 SMP negeri yang kekurangan murid, yaitu SMPN 2 dan SMPN 3 Bendosari; SMPN 2, SMPN 3, dan SMPN 4 Nguter; SMPN 3 dan SMPN 4 Tawangsari; SMPN 3 Bulu; serta SMPN2 dan SMPN 3 Weru.
“Jika kuota sudah terpenuhi dan masih ada calon siswa yang mendaftarkan, sebaiknya agar diarahkan ke sekolah yang masih kekurangan murid/daya tampungnya belum terpenuhi,” saran Warsini, saat dihubungi melalui ponselnya, Selasa (6/7/2021).
Berdasarkan data di Disdikbud Sukoharjo, kuota calon siswa baru terbanyak dari jalur zonasi, yakni mencapai 6 092 siswa. Disusul jalur afirmasi sebanyak 2 255 siswa, kemudian jalur prestasi sebanyak 1.230 siswa, dan paling sedikit pada jalur perpindahan orangtua hanya 317 siswa. Total calon peserta didik baru sebanyak 9.092 siswa, yang tersebar di 50 SMP negeri maupun SMP swasta se-Kabupaten Sukoharjo.
Warsini menambahkan, untuk tahun ajaran baru 2021/2022 mendatang, kegiatan belajar-mengajar (KBM) masih memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring. Pasalnya, situasi masih pandemi dan ada kebijakan PPKM Darurat.
“Ssekarang pendidikan tidak lagi menjadi nomor satu, namun yang lebih utama dan pertama adalh keselamatan dan kesehatan. Saat ini muncul virus varian baru, yang di antaranya anak-anak dan manula rentan tertular virus tersebut. Kami tidak berani ambil risiko,” ujarnya.***
