Penulis: Supriyani | Editor: Dwi NR
SUKOHARJO | inspirasiline.com
KAPOLRES Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setiawan, yang baru dua pekan menjabat menggantikan AKBP Bambang Yugo Pamungkas, melkaukan silaturahmi dan memperkenalkan diri kepada pimpinan daerah, tokoh agama, serta pemuka dan seluruh masyarakat.
Setelah sebelumnya silaturahmi ke Bupati Etik Suryani dan Ketua Muhammadiyah Sukoharjo, AKBP Wahyu Nugroho Setiawan melanjutkan safari silaturahminya ke Pondok Pesantren (Ponpes) Islam Al Mukmin, Ngruki, Selasa (6/7/2021), pukul 09.30-10.15.
Dalam situasi pandemi Covid-19 dan penerapan PPKM Darurat, kegiatan tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) dan hanya diikuti 10 orang.
Kedatangan Kapolres AKBP Wahyu Nugroho Setiawan disambut Ustaz Abu Bakar Ba’asyir (Ustaz ABB), Ustaz Abdur Rohim (putra ketiga Ustaz ABB), dan Direktur Ponpes Al Mukmin Ustaz Yahya Abdur Rohman.
Turut dalam kegiatan ini, Kapolsek Grogol AKP Dodiawan, Kanit Reskrim Polsek Grogol Ipda Didik, Pudir 1 Ponpes Al Mukmin Ustaz Munir, Humas Ponpes Ustaz Muchon, dan Ustaz Aziz.
Dalam silaturahmi ini, Kapolres AKBP Wahyu Nugroho Setiawan memperkenalkan diri bahwa dirinya asli orang Jawa. Ayahnya berasal dari Klaten, dan ibu dari Boyolali. Dia dibesarkan di Boyolali.
Baru bertugas di Kabupaten Sukoharjo selama sekitar dua pekan, di tengah situasi pandemi Covid-19, AKBP Wahyu Nugroho Setiawan menyebut, kuncinya adalah harus sabar dan salat.
“Sekarang ini sedang diterapkan PPKM Darurat. Sektor esensial dan kritikal masih bisa beroperasi, meski jam operasionalnya dibatasi. Tapi untuk nonesensial untuk sementara ditutup. Dengan PPKM Darurat, selama 3-20 Juli ini, diharapkan bisa menekan kasus Covid-19 di wilayah Sukoharjo,” ungkapnya.
Sementara Ustaz ABB menyampaikan pesan dan nasihat, agar larangan jual-beli dari pemerintah dibebaskan saja.
“InsyaAllah tidak apa-apa, karena ini menyulitkan masyarakat dan menyulitkan pemerintah sendiri. Kecuali pemerintah bisa memenuhi kebutuhan rakyat,” katanya.
Ustaz ABB menambahkan, lebih baik tawakal untuk menghadapi wabah penyakit seperti ini. Perintah Nabi SAW hanya dua hal, yaitu orang yang dari luar tidak boleh masuk dan orang yang di dalam tetap menjalankan aktivitas, berobat, dan menjaga kesehatan.
“Itu perintah Nabi dan urusan obat itu yang menurunkan Allah. Penyakit itu juga rahmat dari Allah. Kalau bersabar dan bersyukur, maka itu takdir yang baik. Jika sakitnya bertambah, maka dosanya akan dikurangi. Tapi sabar itu memang susah,” ungkapnya.
Pandemi Covid-19 ini, menurt Ustaz ABB, merupakan ujian dari Allah. Tapi dengan adanya Corona, di Amerika banyak orang yang masuk Islam.
“Pemerintah kalau ingin mendidik rakyat, maka sebaiknya dididik dengan Islam. Tapi kalau mendidik dengan aturan undang-undang buatan manusia, maka rakyatnya bisa rusak. Karena yang maksiat dibolehkan. Harapan kami, semoga Pemerintah Indonesia ada kesadaran untuk melaksanakan hukum Islam. Hidup itu yang terpenting di akhirat. Untuk mengisi kehidupan di dunia dan akhirat itu ibadah. Ibadah itu luas, tidak hanya salat dan puasa Tapi ibadah juga berhukum dengan hukum Allah. Itu konsep keselamatan,” tuturnya panjang lebar.***
