SRAGEN (inspirasiline.com) Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Andi Nur Alam Syah, meluncurkan penerapan metode Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS) di lahan sawah Desa Kliwonan, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Jumat (24/7/2026).
Penerapan ini menjadi bagian dari transformasi menuju pertanian modern melalui mekanisasi, pola tanam rapat, dan pengelolaan berbasis teknologi digital guna mengoptimalkan potensi lahan serta meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan.
Andi mengatakan, PM-AAS merupakan bagian dari transformasi pertanian menuju sistem modern yang ditargetkan mampu meningkatkan produktivitas padi. Rata-rata produktivitas nasional saat ini mencapai 5,6 ton per hektare, sedangkan di Kabupaten Sragen telah berada pada kisaran 6–7 ton per hektare. Dengan penerapan PM-AAS secara optimal, produktivitas tersebut diproyeksikan meningkat hingga 10–12 ton per hektare.

“Potensi pertanian Sragen sangat luar biasa. Ketika sarana produksi sudah tersedia, tidak ada alasan untuk tidak melakukan intensifikasi. Karena itu kami minta camat, penyuluh, dan seluruh pihak terkait ikut mendampingi petani agar program ini benar-benar berjalan dengan baik,” ujar Andi.
Ia menambahkan, PM-AAS tahun ini ditargetkan diterapkan di lahan seluas satu juta hektare dan akan diperluas menjadi tiga juta hektare pada tahun depan. Perluasan tersebut diharapkan mampu memberikan tambahan produksi yang signifikan guna menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional.
“PM-AAS juga membuka peluang pergiliran jenis tanaman. Kalau kebutuhan beras sudah tercukupi, petani bisa menanam kedelai, bawang merah, atau kacang hijau. Jadi lahan tidak harus terus ditanami padi. Misalnya dua kali tanam padi, kemudian satu kali ditanami palawija. Dengan begitu produktivitas lahan tetap terjaga dan pendapatan petani juga bisa semakin baik,” jelasnya.
Bupati Sragen, Sigit Pamungkas menyatakan Pemerintah Kabupaten Sragen siap mendukung penuh upaya Kementan dalam mempercepat modernisasi sektor pertanian. Menurutnya, PM-AAS menjadi inovasi yang membuat proses bertani lebih mudah, lebih efisien, sekaligus mampu meningkatkan hasil panen.
“Ini merupakan terobosan luar biasa dari Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Kami berharap metode ini benar-benar menghadirkan lompatan produktivitas. Ketika hasilnya sudah terbukti, semakin banyak masyarakat akan melihat bahwa bertani adalah profesi yang menjanjikan dan layak menjadi pilihan masa depan,” kata Sigit Pamungkas. (Sugimin/17 -Release Diskominfo Sragen)
