Pembangunan Gedung Radiologi-Laboratorium RSUD Harus “On the Track”

NEWS

Penulis: Yokanan
BLORA | inspirasiline.com

BUPATI Blora Arief Rohman didampingi Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati, Senin (26/7/2021) mengikuti Rapat Koordinasi Refocussing Anggaran dan Pemaparan Progres Pembangunan Gedung Radiologi dan Laboratorium Kesehatan di Aula RSUD dr R Soetijono Blora.

Di hadapan Bupati dan Wabup, Direktur RSUD dr R Soetijono Blora dr Nugroho Adiwarso dalam laporannya menyampaikan bahwa saat ini kondisi RSUD, ketersediaan oksigen dan obat-obatan masih dalam kategori aman.

“Kami laporkan kepada Bapak Bupati dan Ibu Wabup bahwa saat ini ketersediaan oksigen masih aman dan kami benar-benar selektif untuk penggunaannya, hanya untuk pasien dengan kategori berat. Obat-obatan untuk pasien Covid-19 juga masih tersedia, sesuai dengan stok dari Kementerian Kesehatan,” lapornya.

“Dari 100 tempat tidur, terisi 47 bed dan hari ini yang pulang dinyatakan sembuh 4 orang. Dan anggaran penanganan Covid-19 di RSUD sudah terserap 70,58%,” lanjutnya.

Sementara Kepala Bidang Penunjang RSUD drg Willys Yuniarti selaku PPKom memaparkan progres pembangunan gedung radiologi dan laboratorium yang baru selesai tahap pemancangan di 136 titik.

“Untuk progres pembangunan gedung radiologi dan laboratorium, awalnya kami ada sedikit kendala dengan kontraktor, tapi syukur alhamdulillah sudah terselesaikan. Dan saat ini tahap pemancangan 136 titik sudah terselesaikan. Selanjutnya, kami mohon bimbingan dan arahan dari Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati,” papar Willys.

Menanggapi hal itu, Bupati Arief Rohman menyampaikan arahan agar pihak RSUD dan kontraktor bisa menjalin komunikasi yang baik, sehingga proyek pembangunan gedung yang bersumber dari anggaran DAK Pusat ini dapat berjalan dengan lancar.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan yang telah memberikan bantuan pembangunan gedung ini. Pesan saya, selain kita fokus penanganan Covid-19, namun pembangunan ini juga harus tetap jalan on the track. Tolong, Pak Direktur dan kontraktor meningkatkan komunikasi, sehingga kendala-kendala di lapangan dapat terselesaikan. Karena proyek ini menggunakan anggaran DAK dari pusat (APBN). Semoga lancar dan bisa untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ucap Bupati.

baca juga:  Pemkab Sragen Raih Penghargaan Bhumandala Rajata

“Karena lokasinya mepet dan dibangun menjadi emat lantai, maka keselamatan pekerja juga harus diutamakan. Maksimalkan potensi pekerja lokal kita, dan saya minta agar seluruh pekerja proyek divaksin, jika ada yang belum tervaksin, agar bisa meminimalisasi penularan virus Covid-19. Semua aman dan sehat,” tegasnya.

Setelah mendengar paparan, Bupati-Wabup dan peserta rakor berkesempatan meninjau lokasi pembangunan gedung radiologi dan laboratorium yang berada di belakang IGD dan bersebelahan dengan Gereja Kristen Jawa Tengah Utara (GKJTU).

“Selama proses pembangunan pasti akan mengganggu lingkungan. Kami mohon maaf kepada pihak gereja dan pasien lainnya. Kami minta agar pelaksana proyek tetap menjunjung tinggi sosial lingkungan. Gandeng Polres dan Kejaksaan Negeri untuk ikut mengawal pelaksanaannya, agar tidak ada penyelewengan,” pungkas Bupati.

Untuk diketahui, proyek pembangunan Gedung Radiologi dan Laboratorium Kesehatan ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus APBN 2021 melalui Kementerian Kesehatan kepada RSUD Blora. Nilai kontrak sebesar Rp 23,19 miliar dengan pelaksana KSO PT Cihko Karya Pratama dan PT Chimarder 777 K50, dan masa kontrak hingga pertengahan Desember 2021.

Hadir dalam acara ini, Sekretaris Daerah Kabupaten Blora, Plt Kepala Dinas Kesehatan, jajaran Dinrumkimhub, dan jajaran DPUPR.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *