Bupati Sragen Yuni Sukowati Lepas Petugas Dinas Sosial Dampingi Yatin Jemput Vino ke Kalimantan Timur

NEWS

Penulis: Sugimin | Editor: Dwi NR
SRAGEN | inspirasiline.com

BUPATI Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengirim petugas Dinas Sosial (Dinsos) Sragen berangkat mendampingi Yatin (56), kakek Alviano Dafa Raharjo yang akrab dipanggil Vino (10), warga Kedungnolo, Gringging, Sambungmacan, Kabupaten Sragen menjemput cucunya itu ke Kampung Linggang Purworejo, RT 004, Kecamatan Tering, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur (Kaltim).

Diketahui, kedua orangtua Vino, Kino Raharjo dan Lina Safitri berasal dari Sragen meninggal dunia karena Covid-19. Ibunya meninggal pada Senin (19/7/2021) dan ayahnya menyusul meninggal dunia pada Selasa (20/7/2021).

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati melepas keberangkatan Yatin dan petugas Dinsos Sragen di rumah dinasnya, Jumat (30/7/2021).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen memfasilitasi penjemputan Vino ke Sragen mulai dari vaksinasi, tes swab, hingga pendampingan dalam perjalanan.

“Sesuai wasiat orangtuanya yang telah meninggal dunia, Vino diminta dirawat di kampung halaman bersama simbahnya. Kami memfasilitasi penjemputan. Kami menunggu kedatangan Vino di kampung halaman. Seharusnya Vino dijemput dua simbahnya dari Sambungmacan dan Sambirejo. Namun, karena simbah di Sambirejo sakit, hanya satu simbah yang bisa menjemput,” ungkap Yuni, sapaan akrab Bupati Sragen saat melepas Yatin dan petugas Dinsos Sragen itu.

Kepada Vino, Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati berpesan tetap semangat dalam menjalani hidup, meski tanpa kehadiran kedua orangtua. Yuni berjanji, Pemkab Sragen siap membantu dan peduli Vino.

Beasiswa Pendidikan
Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati menegaskan, Pemkab Sragen siap membesarkan Vino bersama kakeknya di kampung halaman. Pihaknya juga siap memberikan beasiswa pendidikan hingga jenjang SMA bila diperlukan.

“Semoga ke depan, Vino bisa menjadi anak yang berguna bagi bangsa dan negara,” kata Yuni,

Belum dapat dipastikan kapan Vino akan sampai di Sragen. Cepat tidaknya kepulangan Vino tergantung hasil swab polymerase chain reaction (PCR) bocah itu dan prosedur penerbangan menuju kampung halaman.

“Saya inginnya tidak lama. Begitu selesai nyekar di makam orangtuanya, bisa langsung pulang. Tapi itu tergantung situasi di sana. Jika sudah sampai Sragen, saya mempersilakan Vino mau ikut siapa. Kalau pilih simbahnya di Sambungmacan ya tidak masalah, kalau mau pilih simbahnya di Sambirejo juga tidak masalah. Kami berharap, simbahnya saling merengkuh untuk membesarkan dia bersama-sama,” tutur Yatin.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *