Mariyem, Setia Lakoni Jasa Pembuatan Abon Gurih-Tahan Lama

INSPIRASIANA

Penulis: Supriyani | Editor: Dwi NR
SUKOHARJO | inspirasiline.com

Menggeluti jasa pembuatan abon sejak puluhan tahun silam, Mariyem hingga kini tetap setia memproduksi kuliner berbahan daging tersebut.
PROSES perebusan daging sebelum ditumbuk dan dihaluskan untuk dijadikan abon. 

KEAHLIAN Mariyem selalu mengundang minat orang untuk pesan membuatkan abon (Jawa: ndandakke) padanya. Terlebih pada momen tertentu seperti di Hari Raya Idul Adha, menjadikan wanita paruh baya ini kebanjiran order.

Jasa pembuatan abon Mariyem berada di Dukuh Kumbulan, Desa Gentan, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo.

Mariyem selalu bangga menceritakan tentang riwayat keahliannya membuat abon. Ibu dari dua anak ini terbilang pakar membuat abon, hanya belajar secara otodidak saja. Tidak ada pendidikan atau pelatihan khusus, dan juga tidak ada darah keturunan dalam pembuatan abon.

MARIYEM dan abon buatannya yang disudah dikemas.

Awalnya, dulu saat rewangan atau membantu di tempat orang hajatan, Mariyem memperhatikan dan ikut membantu proses pembuatan abon. Dari situlah kemudian dia coba praktikkan sendiri di rumah. Lama-lama bisa dan terbiasa, hingga ada satu-dua orang yang pesan dirinya untuk membuatkan abon.

“Dari mereka yang sudah pesan itu, mungkin gethok tular, sehingga makin hari banyak orang ndandakke daging kepadanya untuk dibuat abon,” ujar Mariyem.

Menurutnya, daging ayam maupun daging sapi bisa diolah dijadikan abon. Pesanan tidak hanya dari lingkungan setempat, namun juga dari orang-orang desa, kecamatan, bahkan kabupaten tetangga ikut ndandakke abon ke Mariyem.

PROSES penirisan daging sebelum setelah ditumbuk, sebelum diolah menjadi abon.

Dalam proses pembuatan abon, Mariyen dibantu kedua anaknya dan tiga orang karyawan, dengan peran masing-masing. Seperti Mbah Trisno Raharjo (65), yang berperan merebus daging hingga lunak, kemudian menumbuknya.

“Kerjaan ini sudah saya dijalani sejak Bu Mariyem membuka jasa pembuatan abon hingga sekarang. Ya sudah puluhan tahun. Seneng aja melakukannya,” ungkap Mbah Trisno Raharjo, yang mengaku tidak pernah ada keluhan apapun terkait pekerjaannya.

Dua karyawan lainnya, Susi (31) dan Rubiyati (45) berperan menggoreng daging, setelah daging ditumbuk.

Kegiatan menggoreng daging ini butuh ketelatenan dan kesabaran tersendiri. Pasalnya, berhari-hari bergelut dengan api dan minyak, tentu bisa jadi menjemukan.

Sedangkan dua anak Mariyem bertugas mengepak/membungkus pesanan yang sudah jadi.

Resep Rahasia
Untuk urusan resep atau perbumbuan dilakukan sendiri oleh Mariyem, sesuai pesanan. Mau rasa manis, pedas, asin, original atau asli, tergantung pesanan. Namun, dengan kata lain, resep tetap menjadi rahasia atau dalam genggamannya.

Mariyem tak pelit membeberkan proses pembuatan abon dari awal. Pertama, daging direbus sampe empuk, kemudian ditumbuk.

Setelah ditumbuk, dikasih bumbu seperti tumbar, bawang merah, bawang putih, miri, garam, penyedap rasa, gula pasir, daun salam, daun jeruk, kemudian diaduk-aduk (diuleni) pakai santen areh sampai rata.

Setelah setelah, kemudian digoreng sampai daging kelihatan kering, baru kemudian daging dimasukkan ke mesin pengering, dan diangkat. Abon sudah jadi.

Untuk 1 kg daging, baik daging sapi maupun daging ayam, setelah dimasak menjadi abon biasanya menyusut menjadi atau tinggal 6 ons.

50 Kg/Hari
Dalam sehari, Mariyem bisa menyelesaikan atau menghasilkan 50 kg abon.

Dulu, awalnya Mariyem hanya coba-coba dengan peralatan manual yang sangat sederhana. Namun sekarang sudah menggunakan mesin pengering, setelah proses penggorengan, agar bisa awet dan tahan lama.

“Kata orang yang pernah ndandakke ke sini, abon buatan saya bisa tahan sampai setahun masih bagus,” cetus Mariyem bangga.

Pada Hari Raya Idul Adha atau musim Lebaran Haji 2020 lalu, Mariyem menerima pesanan hingga 4 kuintal daging sapi.

“Tahun ini jumlah pesanan lebih banyak. Tapi saya belum bisa menghitung, kalau belum bisa menyelesaikan semua pesanan,” tutur Mariyem.

Sewaktu terjadi Gempa Lombok, Mariyem pernah mendapat order jasa pembuatan abon 4 ekor sapi, untuk dikirim ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebuah catatan yang membanggakan bagi “karir” jasa pembuatan abon yang dilakoninya.***

Bagikan ke:

6 thoughts on “Mariyem, Setia Lakoni Jasa Pembuatan Abon Gurih-Tahan Lama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *