Perbaikan Bendungan Sungai Glagah Ditarget Rampung 90 Hari

NEWS

Penulis: Eko Purwanto | Editor: Dwi NR
KENDAL | inspirasiline.com

PERBAIKAN Bendungan Sungai Glagah di Desa Blimbing, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah ditargetkan rampung dalam 90 hari.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) Kabupaten Kendal Sugiono menyampaikan hal itu saat melakukan peninjauan pembangunan Bendungan Sungai Glagah di Desa Blimbing bersama Bupati Kendal Dico M Ganinduto, Rabu (11/8/2021).

Sugiono menegaskan, pengelolaan sumber daya air dan irigasi akan terus dilanjutkan untuk mendukung produksi pertanian.

BUPATI Kendal Dico M Ganinduto didampingi Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kendal Sugiono meninjau lokasi Bendungan Sungai Glagah di Desa Blimbing, Kecamatan Boja.

“Bendungan ini merupakan jaringan irigasi, dibangun dengan biaya besar. Diharapkan dapat bermanfaat, karena airnya dipastikan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani,” katanya.

Sugiono menjelaskan, pelaksana untuk proyek Program Pengelolaan Sumber Daya Air adalah PT Jilanusa Bangun Persada, dengan konsultan CV Rizkytama Abadi.

“Anggaran dari APBN sebesar Rp 3,6 miliar, dengan lingkup pekerjaan bendung dan pekerjaan saluran, pengaman tebing, dan pengaman saluran,” terangnya.

Sugiono menambahkan, bendung saluran serta pengaman tebing dan pengaman saluran, dibangun di atas area seluas 319 hektare dan ditargetkan rampung dalam 90 hari.

“Kegiatan pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi primer dan sekunder pada daerah irigasi, dengan anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK),” ungkap Sugiono.

Bupati Dico M Ganinduto mengatakan, dengan dibangunnya bendungan dan saluran ini, nantinya diharapkan bisa mengairi persawahan seluas 1.000 hektare.

Menurutnya, anggaran Rp 3,6 miliar tersebut, juga termasuk biaya untuk irigasi sampai ke pertanian.

“Nantinya bendungan dan saluran irigasi ini bisa menyalurkan pengairan ke 1.000 hektare sawah di Desa Blimbing dan sekitarnya. Harapan kami, pertanian bisa berjalan dengan baik,” kata Dico.

Sementara Kepala Desa Blimbing Sutrisno berharap, dengan dibangunnya bendungan ini bisa mengairi sawah yang saat kemarau tidak ada airnya.

“Irigasi yang kita bangun ini, di samping untuk mengairi sawah, juga dimanfaatkan untuk pariwisata desa dan sudah berjalan selama dua tahun,” ujarnya.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *