Penulis: Sugimin | Editor: Dwi NR
SRAGEN | inspirasiline.com
SEBANYAK 59 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen menerima penghargaan Satyalancana Karya Satya. Penghargaan yang diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia itu sebagai apresiasi dan tanda kehormatan untuk para ASN yang telah berdedikasi selama puluhan tahun dan ASN teladan di lingkungan Pemkab Sragen.
Penyematan penghargaan Satyalencana Karya Satya itu dilakukan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati usai mengikuti Upacara Hari Kemerdekaan Ke-76 Republik Indonesia secara virtual di Pendopo Sumonegaran Rumah Dinas (Rumdin) Bupati Sragen, Selasa (17/8/2021).
Penyerahan penghargaan dilakukan kepada tiga ASN penerima penghargaan Satyalancana.

Orang nomor satu di jajaran Pemkab Sragen itu menyampaikan penghargaan Satyalencana kepada ASN Sragen yang sudah lama mengabdi, sejak diangkat menjadi ASN sampai dengan sekarang.
“Selamat untuk ASN yang menerima penghargaan Satyalencana Karya Satya. Ini adalah penghormatan dari pemerintah yang langsung diputuskan melalui Surat Keputusan Presiden RI. Karena yang mendapatkan tanda kehormatan berarti memiliki dedikasi pengabdian dan pengobanan untuk negara tercinta Indonesia,” ungkap Yuni, sapaan akrab Bupati Sragen.
Lebih lanjut, Yuni menerangkan, Setyalencana Karya Satya ini diberikan setiap setahun sekali, melalui Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) yang mengajukan nama-nama calon menerima penghargaan.
“Tahun ini ada 59 ASN. Kalau untuk pengabdian 30 tahun ada 19 ASN, 20 tahun ada 14 ASN, dan 26 ASN lainnya mengabdi selama 10 tahun,” terangnya.
Yuni menjelaskan, penghargaan tersebut diberikan untuk ASN yang berdedikasi tinggi dan belum pernah mendapatkan hukuman disiplin.
“Kinerja di dalam SKP baik dan harus memenuhi standar nilai sebesar 90 ke atas,” imbuhnya.
Untuk itu, Yuni mengingatkan, tantangan ke depan yang harus direspons ASN, yaitu dampak revolusi industri 4.0, termasuk perkembangan ekonomi digital yang mengakibatkan perubahan pola kerja.
“Hampir 50 persen perusahaan mengharapkan otomatisasi dapat meningkatkan efisiensi mereka, dan berharap peran mereka lebih kreatif dan strategis,” ujar Yuni.
Menurutnya, untuk dapat menghadapi tantangan ke depan, Indonesia khususnya di Kabupaten Sragen membutuhkan ASN yang tangguh, yaitu ASN yang kreatif, inovatif, berdaya saing, mampu mengikuti perkembangan zaman, dan dapat bertahan menghadapi pekerjaan-pekerjaan masa depan, serta dapat berperan mewujudkan “Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh.”
Salah satu penerima Satyalancana, Siti Ismiyatun mengaku dirinya mengabdi sebagai ASN sudah 20 tahun lamanya. Guru SMP Negeri 3 Sragen itu mengajar Mata Pelajaran IPA sejak 2000 hingga sekarang.
“Saya merasa bangga sudah melewati selama 20 tahun bisa mengajar sampai sekarang,” kata Siti Ismiyatun.***
