Mulai 13 September, Sukoharjo Gelar Simulasi PTM Terbatas

EDUKASI

Penulis: Supriyani | Editor: Dwi NR
SUKOHARJO | inspirasiline.com

MESKI Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah memberikan kelonggaran kepada semua daerah untuk menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, namun hal itu belum dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo. Persebaran Covid-19 yang belum sepenuhnya melandai menjadi pertimbangan utama.

Bupati Sukoharjo Etik Suryani usai memantau pelaksanaan vaksinasi di Kopassus Grup 2 Kandang Menjangan Kartosuro mengakui, kasus Covid-19 sejak pembelakukan PPKM Level 4 sedikit demi sedikit sudah mulai menurun.

KEPALA Disdikbud Sukoharjo Darno.

“Penurunan kasus Covid-19 yang terjadi di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Sukoharjo belum menjadi jaminan untuk menggelar PTM,” katanya.

Etik Suryani menyampaikan, Pemkab Sukoharjo untuk sementara masih menunggu perkembangan lebih lanjut. Sebab, untuk menggelar PTM perlu persetujuan dari berbagai pihak, termasuk orangtua siswa.

Bupati Etik Suryani mengungkapkan, kasus Covid-19 di Kabupaten Sukoharjo sudah melandai. Hal itu terlihat dari tingkat keterisian tempat tidur (BOR) di berbagai rumah sakit rujukan sejak satu bulan terakhir juga menurun.

Kepala Dinas Kesehatan (DKK) Pemkab Sukoharjo dr Yunia Wahdiyati menjelaskan, selain BOR yang tinggal 50 persen, indikator lain yang gampang dilihat terkait penurunan kasus Covid-19 adalah sudah mulai jarang terdengar mobil ambulans yang mondar-mandir di jalan.

“Indikator penurunan, yang paling gampang saat ini sudah jarang terdengar suara sirine dari mobil ambulans,” ujarnya.

Yunia Wahdiyati yang juga Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukoharjo mengakui, kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sangat efektif untuk memutus mata rantai persebaran Covid-19.

“Kami berharap dan meminta peran serta dari masyarakat agar setiap saat untuk dapat tetap disiplin, terutama dalam melaksanakan protokol kesehatan (prokes),” tandasnya.

Sementara Kepala Disdikbud Sukoharjo Darno mengayatakan alhamdulillah, karena Sukoharjo sudah turun level, dari Level 4 menjadi Leval 3 dan kasus Covid-19 mulai melandai.

“Kami selalu berdoa dan sangat berharap, semoga segera turun level lagi menjadi 2 atau 1, sehingga bisa pulih normal seperti dulu lagi. Mengenai PTM, untuk saat ini, walau sudah turun level, kami belum berani secepat mungkin menggelar PTM. Kami masih banyak pertimbangan, seperti koordinasi dengan Satgas Covid-19 Kabupaten dan orang tua wali. Kami akan siapkan untuk PTM secara terbatas nanti tanggal 13 Sptember 2021 mendatang,” terangnya.

Darno menjelaskan, saat PTM nanti, anak masuk dua kali sepekan, dengan durasi menit. Ada yang masuk pukul 08.00-10.00 dan 11.00-13.00. Tanpa jeda istirahat.

Setiap anak datang harus cek suhu badan, masuk kelas hingga selesai langsung pulang, dan orangtua harus siap antar-jemput, anak tidak boleh naik kendaraan umum.

Untuk tahap awal nanti, akan dimulai dulu untuk 14 SMP dari 77 SMP sekabupaten, dengan kapasitas 50 persen.

Sedangkan untuk jenjang SD, karena belum pernah simulasi, akan diadakan simulasi terlebih dulu secara serentak.

“Mulai 13 September nanti, akan kami mulai PTM terbatas untuk 14 SMP. Dan untuk jenjang SD, seluruh sekolah simulasi PTM terbatas secara serentak. Sepekan hanya masuk dua kali, separo-separo, dengan prokes ketat,” tandas Darno.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *