Penulis: Sugimin | Editor: Dwi NR
SRAGEN | inspirasiline.com
PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Sragen, pekan depan bakal menggelar seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sragen Prihantomo mengatakan, seleksi PPPK kali ini akan lebih ketat dibanding sebelumnya dan digelar selama lima hari, mulai Senin (13/9/2021) mendatang.
Seleksi digelar di SMA Negeri 1 Sragen, SMK Negeri 1 Sragen, dan SMK Negeri 2 Sragen.
Karena pesertanya cukup banyak, sudah disiapkan mekanisme yang memenuhi protokol kesehatan (prokes).
”Ini kesempatan untuk para guru diangkat menjadi PPPK, sehingga diharapkan mempersiapkan diri seoptimal mungkin,” kata Prihantomo kepada inspirasiline.com, Jumat (10/9/2021).
“Kami hanya diberitahu tes dan tempatnya. Itu ada pengumuman resminya,” ungkapnya lebih lanjut, ketika didesak tentang kuota yang dibutuhkan Disdikbud Kabupaten Sragen.
Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian dan Pelatihan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sragen Sutrisna mengatakan, seleksi PPPK sebenarnya merupakan kewenangan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah. Namun untuk peserta dan kuotanya, BKPSDM juga mendapat laporan, karena semua formasi PPPK kali ini hanya untuk guru.
Dikatakan, formasi yang dibuka sebanyak 1.538. Namun pendaftarnya mencapai 2.228 orang. Mereka adalah para guru honorer di sekolah yang selama ini sudah mengajar di sejumlah sekolah yang tersebar di Kabupaten Sragen.
Sistem soalnya tidak seperti computer assisted test (CAT) nasional sebagaimana pelaksanaan tes calon pegawai negeri sipil (CPNS). Namun lebih seperti ujian nasional berbasis kompetensi (UNBK), dengan batasan passing grade nilai yang harus terpenuhi.
”Pada 2018 lalu, untuk PPPK sejumlah 501 orang yang diangkat, termasuk pertanian dan kesehatan. Ada yang tidak lolos, karena tidak memenuhi persyaratan passing grade. Padahal saat itu tidak ada batas kuota. Jadi musuh utamanya kesiapan diri sendiri,” ungkapnya.
Sutrisna menjelaskan, persaingan kali ini akan semakin sempit dan ketat. Saat ini ada kuota yang juga harus bersaing dengan peserta lain. Semisal, salah satu SD ada lima orang guru wiyata bhakti (WB), namun kuotanya yang tersedia hanya dua, otomatis mereka bakal saling bersaing.
Makin runyam jika hanya satu yang lolos, maka ujian gelombang berikutnya posisi tersebut bisa diperebutkan dengan calon PPPK baru ke depannya.
Sutrisna berpesan kepada calon peserta seleksi PPPK, supaya tidak percaya dengan janji orang atau oknum yang bisa meloloskan dengan imbalan sejumlah uang.
“Karena banyak rumor, ada orang yang bisa meloloskan menjadi PPPK dengan imbalan puluhan, bahkan ratusan juta rupiah. Sekali lagi saya pesankan, jangan percaya dengan janji orang,” tandas Sutrisna.***

Hi my loved one! I want to say that this article is amazing, nice written and include approximately all vital infos. I would like to look extra posts like this .