Bupati Etik Suryani Lepas 21 Atlet menuju PON XX Papua

NEWS

Penulis: Supriyani
SUKOHARJO | inspirasiline.com

BUPATI Etik Suryani melepas 21 atlet untuk berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX (2-15 Oktober) dan Pekan Paralimpic Nasional (Peparnas) XVI (November) di Papua, di Ruang Rapat Bupati, Rabu (22/9/2021).

Sebanyak 21 atlet Kabupaten Sukoharjo itu meliputi 8 orang atlet dan 1 orang asisten pelatih untuk PON XX serta 12 orang atlet untuk Peparnas XVI.

SEPRIANTO, atlet Peparnas bersama Ketua MPCI Jateng Esrita Muslim.

Bupati Etik Suryani mengatakan para duta olahragawan Sukoharjo tersebut akan mewakili Jawa Tengah untuk maju berlaga di PON XX Papua.

“Kami beharap, para atlet Sukoharjo ini bisa membawa nama baik Kota Makmur di kancah nasional, nanti pulang bisa membawa medali. Pesan kami, tetap jaga kondisi, jaga kesehatan, berusaha maksimal demi nama baik Sukoharjo,” ujarnya didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Setyo Aji Nugroho.

Bupati Etik Suryani menambahkan, sebagai wujud penghargaan, Pemkab Sukoharjo telah menyiapkan reward bagi atlet berprestasi, jika nanti bisa pulang dengan membawa medali emas, perak, dan perunggu.

“Apa bentuk reward-nya, belum saya sampaikan sekarang. Namanya saja reward, ya nantilah kami sampaikan. Janji saya akan saya tepati, jika nanti atlet kami benar-benar mengantongi medali pulang dari PON XX Papua,” tandasnya.

Mengenai kelanjutan nasib atau masa depan para atlet, Bupati Etik Suryani mengatakan, pihaknya akan tetap merangkul mereka yang berprestasi agar tidak lari ke daerah lain. Salah satunya dengan memfasilitasi, jika atlet tersebut akan bertanding ke mana saja.

“Dalam waktu dekat, akan kami bangunkan gedung olahraga yang representatif, untuk mewadahi para atlet dari berbagai cabang, untuk kepentingan kegiatannya agar bisa lebih maksimal,” terangnya.

Sementara atlet tenis meja Peparnas yang sudah melanglang buana sampai luar negeri, Seprianto mengisahkan, dia kali pertama bergabung di Peparnas 2002 di Palembang, yang kala masih bernama Percanas.

Waktu itu, Seprianto mendapatkan medali emas. Disusul pada 2008 di Kalimantan, mendapat medali perak dan perunggu, dan 2016 di Jawa Barat meraih 2 emas dan 1 perunggu.

Pengalaman pertama Seprianto berlaga di luar negeri, yaitu di Myanmar 2013, dengan raihan 1 emas dan 1 perunggu.

Kemudian, 2015 di Singapura, mendapat medali perak, 2017 di Malaysia mendapat 1 perak dam 1 perunggu.

“Terakhir di Asian Paragames mendapat 2 perunggu. Untuk di PON Papua ini, saya hanya boleh ikut satu nomor satu kali saja, karena saya sudah temasuk atlet elite. Kalau yang belum pernah ikut, boleh ikut tiga kali,” tuturnya.

Ketua MPCI Jawa Tengah Esrita Muslim mengatakan, Jateng ikut bertanding di 10 cabang olahraga (cabor). Sedangkan Kabupaten Sukoharjo mengikutkan 11 atlet dari 6 cabor.

Adapun yang menjadi cabor andalan adalah tenis meja dan bulutangkis, dengan atlet Supriyanto, yang terakhir di Bandung mendapat emas.

“Semoga di PON XX Papua masih bisa dipertahankan. Kami harap duta atlet kita terus semangat dan jangan sampai patah semangat untuk meraih prestasi yang tertinggi,” harapnya.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *