Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspirasiline.com
PASAR Janglot, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen, Sabtu (25/9/2021) pukul 23.35 terbakar. Puluhan kios dan los pasar hangus.
Api baru bisa dipadamkan oleh petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sragen, Minggu (26/9/2021) pukul 01.15.
Sunardi (54), warga Katelan, RT 10, Desa Katelan, Kecamatan Tangen menceritakan, Sabtu malam Minggu, sejak pukul 19.30, wilayah Tangen diguyur hujan disertai listrik padam atau oglangan, hingga pukul 23.20. Di saat hujan reda, listrik kembali menyala.
Sunardi tiba-tiba melihat kepulan asap di Pasar Janglot. Saat didekati, ternyata asap tersebut berasal dari kios kelontong milik Rini, yang merambat ke kios lain. Api semakin membesar, warga sekitar berdatangan untuk memadamkan api dengan alat seadanya.
“Saya menelpon ke nomor 0271-891069 milik Kantor Pemadam Kebakaran Kabupaten Sragen, berkali-kali tidak nyambung. Ternyata sudah ada warga lain yang menelpon, dan mobil pemadam kebakaran tiba sekitar pukul 24.00. Namun sudah ada puluhan kios dan los terbakar. Kebanyakan kios dan los yang berjualan sembako, roti, dan pakaian. Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 01.15,” beber Sunardi kepada inspirasiline.com, Minggu (26/9/2021).
Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut ,namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Saat kejadian itu, warga masyarakat Tangen serta para pedagang ikut membantu memadamkan api, agar tidak menjalar ke kios yang lain.
“Meski saat itu gelap dan masih gerimis, para pedagang berusaha mengeluarkan dagangan karena panik, takut api menyambar kios miliknya. Akibatnya, banyak dagangan tercecer di lorong pasar. Pedagang dan servis elektronik juga mengeluarkan isi toko untuk dibawa pulang supaya aman,” tambah Sunardi.
Sunardi berharap, pasca-kebakaran tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen segera merenovasi dan membangun kembali Pasar Janglot.
Menurutnya, Pasar Janglot sudah terlalu tua dan sempit. Sejak dibangun 1982-an hingga sekarang belum ada renovasi.
“Pada 2019 ada wacana Pasar Janglot akan dibangun, namun tertunda lagi.
Saya berharap, Pemkab Sragen segera anggarkan untuk membangun Pasar Janglot ini, seperti pasar lain di Sragen,” timpal Sri Wahono (57), tokoh masyarakat Tangen.
Pihak kepolisian setempat memperkirakan, kebakaran Pasar Janglot karena korsleting atau hubungan pendek arus listrik.
Sampai berita ini ditayangkan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagagan Kabupaten Sragen Tedy Rusanto belum bisa dihubungi.***
