Penulis: Supriyani
SUKOHARJO | inspirasiline.com
BUPATI Sukoharjo Etik Suryani menerima penghargaan Ketahanan Pangan tingkat nasional dari Kementerian Pertanian atas prestasinya dalam mempertahankan ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Sukoharjo.
Di tingkat kabupaten se-Indonesia, Sukoharjo masuk peringkat keempat dari 10 besar.
Sementara untuk kecamatan, dari 20 kecamatan se-Indonesia, 6 kecamatan di Kabupeten Sukoharjo mendapatkan penghargaan serupa, yaitu Kecamatan Sukoharjo, Bendosari, Nguter, Weru, Tawangsari, dan Polokarto.
“Kami sangat bersyukur atas prestasi yang kami terima ini dan ke depan menjadi cambuk bagi kami untuk terus berupaya mempertahankannya,” kata Bupati Etik Suryani di sela-sela memberikan bantuan kepada balita terdampak Covid-19, di Loby Ruang Bupati, Selasa (5/10/2021).
Kepala Dinas Pangan Endang Rien Maryuni menyampaikan, Kabupaten Sukoharjo masuk di peringkat keempat nasional peraih predikat ketahanan pangan.
“Untuk bisa di prestasi ini, prosesnya cukup panjang. Penilaiannya selama tiga tahun, dari 2018-2021,” ujarnya.
Endang menjelaskan, ada 3 indikator penilaian atas capaian ketahanan pangan di Kabupaten Sukoharjo ini, dan masing-masing indikator ada 2 poin penilaian, yaitu ketersediaan pangan yang meliputi rasio baku luas lahan sawah terhadap luas wilayah dan rasio jumlah sarana-prasarana penyediaan pangan terhadap jumlah rumah tangga.
Selain itu, indikator akses pangannya, yang meliputi tingkat kesejahteraan terendah terhadap jumlah penduduk, dan wilayah kecamatan yang tidak memilih akses penghubung melalui darat dan udara.
Kemudian indikator aspek pemanfaatan pangan, yang meliputi rasio jumlah rumah tangga tanpa akses air bersih terhadap jumlah rumah tangga dan jumlah penduduk terhadap kesehatan kepadatan penduduk.
Penghargaan ketahanan pangan ini baru kali pertama diraih Kabupaten Sukoharjo. Untuk itu, tindak lanjut ke depan adalah mempertahankan luas lahan yang ada dengan meningkatkan indeks pertanaman.
Jika sudah tersedia lahannya, harus dipacu ketersediaannya. Sudah cukup, tiap tahun surplus, masyarakat bisa mengakses-tidaknya, bisa dimanfaatkan oleh masyarakat atau belum.
“Indikator-indikator dalam pencapaian ketahanan pangan harus kita pertahankan. Syukur ke depan kita bisa berada di peringkat atas terhadap ketahanan pangan. Untuk saat ini peringkat I, II, dan III diraih kabupaten di Provinsi Bali,” bebernya.***
