Penulis: Yokanan
BLORA | inspirasiline.com
PULUHAN pedagang buah mengadukan nasib mereka kepada Komisi B DPRD Kabupaten Blora, karena selama ini masih ada monopoli harga buah yang dilakukan pihak tertentu. Akibatnya, pedagang buah yang lain menjadi tidak laku, karena adanya banting harga yang dilakukan Toko Laskar Buah.
“Mereka (Laskar Buah) menggunakan strategi pemasangan harga, dengan sistem penjualan dan harga yang murah dibanding harga pasaran pada umumnya itu tidak tepat,” kata anggota Komisi B DPRD Blora, Lina Hartini, Senin (18/10/2021).
Lina Hartini menyebut, selama dengan metode penghancuran harga, Laskar Buah yang sudah memunyai 7 cabang membuat keresahan di kalangan pedagang buah.

Para pedagang yang tergabung dalam paguyuban tersebut mengklaim, kehadiran Laskar Buah di Blora, dagangan mereka menjadi sepi.
“Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disdagkop UKM) lebih lanjut akan memfasilitasi untuk menentukan kesepakatan harga, agar tidak dimonopoli, supaya pedagang kecil bisa beraktivitas kembali,” ujar Lina Hartini.
Hal yang sama disampaikan Satiman, selaku Kuasa Hukum Paguyuban Pedagang Buah Blora.
Menurutnya, harga buah di Kabupaten Blora perlu distandarkan, supaya tidak terjadi monopoli ataupun banting-bantingan harga.
“Selama ini harga jual yang dilakukan Laskar Buah, membuat semua pedagang buah banyak yang bangkrut, karena mereka tidak bisa mengambil keuntungan,” ungkapnya.
Sementara perwakilan Toko Laskar Buah, Juanto yang juga hadir dalam pertemuan itu mengaku setuju dengan komunikasi antarsesama pedagang, yang nantinya difasilitasi oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dan DPRD Blora.
“Soal harga ke depan, nanti kita ikuti aturan pemerintah. Kami akan mengikuti proses negosiasi dan komunikasinya. Diajak komunikasi selanjutnya, kami akan siap,” kata Juanto.***
